Kumparan Logo

Telur Ayam Negeri, Kampung, atau Omega-3, Mana yang Gizinya Lebih Unggul?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pedagang telur ayam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pedagang telur ayam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Moms, saat berbelanja telur, Anda mungkin menemukan berbagai pilihan, mulai dari telur ayam negeri, telur ayam kampung, hingga telur omega-3. Tak sedikit orang menganggap telur ayam kampung lebih bergizi, sementara telur omega-3 sering diklaim lebih sehat.

Tapi, benar nggak sih klaim tersebut?

Berdasarkan berbagai penelitian, ketiga jenis telur sama-sama merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Perbedaan utamanya terletak pada jenis lemak, terutama kandungan asam lemak omega-3 pada telur yang diproduksi dari ayam dengan pakan khusus, dikutip dari Science Direct.

Kandungan Gizi pada 3 Macam Telur Ayam

Penjual telur melayani pembeli di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3). Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda

1. Telur ayam negeri

Telur ayam negeri merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain mudah ditemukan, harganya juga paling ekonomis.

Dalam setiap 100 gram telur ayam negeri terdapat sekitar:

  • Energi: 143 kkal

  • Protein: 12,6 gram

  • Lemak: 9,5 gram

Beragam vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin D, vitamin B12, selenium, serta kolin yang penting untuk fungsi otak.

2. Telur ayam kampung

Ilustrasi telur ayam kampung. Foto: Shutterstock

Telur ayam kampung sering dianggap memiliki kandungan gizi lebih tinggi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein, vitamin, dan mineralnya tidak berbeda jauh dibanding telur ayam negeri.

Perbedaan yang paling mudah terlihat justru ukuran telurnya yang lebih kecil serta warna kuning telur yang lebih pekat. Warna kuning telur dipengaruhi oleh jenis pakan ayam, sehingga tidak selalu menunjukkan kandungan gizi yang lebih tinggi.

3. Telur omega-3

Mahasiswa UNY kembangkan inovasi produksi telur omega-3 dan ayam DOC berbasis smart farming. Foto: Dok. UNY

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, telur omega-3 dihasilkan dari ayam yang diberi pakan khusus, misalnya biji rami (flaxseed), minyak ikan, atau alga.

Akibatnya, kandungan asam lemak omega-3, terutama DHA dan EPA, meningkat beberapa kali lipat dibanding telur biasa. Meski demikian, kandungan protein, energi, dan vitamin lainnya relatif tetap sama.

Omega-3 sendiri berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, otak, serta mendukung perkembangan sistem saraf, terutama pada ibu hamil dan anak.

Jadi, mana yang sebaiknya dipilih?

Ilustrasi menyimpan telur dalam posisi yang benar. Foto: Shutterstock

Tidak ada satu jenis telur yang mutlak paling sehat. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan Anda.

  • Telur ayam negeri cocok untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.

  • Telur ayam kampung memiliki kandungan gizi yang relatif setara dengan telur ayam negeri, sehingga memilihnya lebih banyak dipengaruhi preferensi rasa atau tekstur.

  • Telur omega-3 menjadi pilihan bila Anda ingin menambah asupan asam lemak omega-3 tanpa mengubah pola makan secara signifikan.

Pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya jenis telurnya, tetapi juga pola makan secara keseluruhan. Mengonsumsi telur sebagai bagian dari menu bergizi seimbang tetap menjadi cara terbaik untuk memperoleh manfaat kesehatannya.