Tendangan Janin Terasa Sampai Leher Rahim, Apakah Tanda Persalinan?

27 Oktober 2022 10:01
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tendangan Janin Terasa Sampai Leher Rahim, Apakah Tanda Persalinan? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tendangan Janin Terasa Sampai Leher Rahim, Apakah Tanda Persalinan? Foto: Shutterstock
Semakin bertambahnya usia kandungan, ibu hamil akan sering merasakan tendangan janin yang lebih kuat. Bisa merasakan si kecil aktif bergerak di dalam perut rasanya senang dan gemas ya, Moms? Tetapi bila gerakan tendangan lebih mengarah ke area leher rahim atau serviks, pertanda apakah itu? Apakah waktu persalinan segera tiba?
Ya, mungkin Anda jadi was-was dan panik saat bayi menendang leher rahim dan menduganya sebagai tanda awal persalinan atau posisi bayi sungsang, padahal belum saatnya lahiran.
Jangan khawatir, Moms, karena bayi menendang bagian serviks ibunya benar-benar normal terjadi sekalipun kehamilan Anda sudah di trimester ketiga.
Ilustrasi janin menendang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi janin menendang. Foto: Shutter Stock
"Di awal kehamilan trimester ketiga bayi masih memiliki lebih banyak ruang untuk bergerak. Itu normal bagi bayi untuk bergerak dan mengubah posisinya sampai sekitar usia 35 minggu, di mana mereka akan mulai meringkuk dan bersiap pada posisi lahirnya," jelas ahli doula Sara Lyon dikutip dari Romper.
Menurut Lyon, sampai usia kehamilan sebelum 32 minggu, bayi masih bisa menendang bagian mana saja di perut ibunya, termasuk area serviks. Anda juga bisa merasakan gerakan tangan bayi menyentuh serviks bila posisi kepalanya sudah di bawah, karena tangan mereka sudah cenderung dekat di bagian wajahnya.
Jadi bila Anda merasakan bayi menendang leher rahim di saat belum mendekati hari perkiraan lahir (HPL), itu bukan berarti akan menyebabkan persalinan dini. Saat leher rahim terasa sakit dan tertekan, bisa jadi disebabkan hal lain dan tidak berbahaya. Justru tendangan tersebut tandanya bayi sehat dan tumbuh dengan aktif. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir, Moms!
Tapi, apakah mungkin tendangan bayi yang mengarah ke rahim artinya posisi dia sungsang? Bisa jadi, tapi belum tentu. Bila tendangan di area rahim terasa di saat usia kehamilan masih di bawah 34 minggu, hal ini normal terjadi karena bayi masih bisa berubah posisi selama trimester kedua hingga awal trimester ketiga. Namun bila berencana melahirkan normal dan mendekati HPL, maka Anda harus melakukan USG ke dokter untuk memastikan apakah posisi kepala bayi sudah di bawah.

Waspada Bila Tendangan Janin Terasa Sampai Vagina

Waspada Bila Tendangan Janin Terasa Sampai Vagina. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Waspada Bila Tendangan Janin Terasa Sampai Vagina. Foto: Shutterstock
Sementara Dokter kandungan di Atlanta Women's Healthcare Specialists, Dr. Adrienne Zertuche, mengungkapkan bahwa normal bagi ibu hamil bisa merasakan gerakan di seluruh bagian rahim, termasuk leher rahim. Namun, beda cerita bila Anda merasakan gerakannya di area vagina. Mengapa?
"Jika Anda merasakan gerakan bayi di area vagina, itu artinya harus segera menghubungi dokter. Dokter perlu mengevaluasi untuk kemungkinan komplikasi kehamilan, di mana serviks melebar tanpa kontraksi yang menyakitkan karena bayinya berisiko lahir lebih awal," ungkap Zertuche.
Sementara dikutip dari laman Parents, jika tendangan terasa di vagina, bisa jadi menunjukkan komplikasi yang disebut insufisiensi serviks. Komplikasi ini jarang dialami ibu hamil, tapi bukan tak mungkin terjadi. Insufisiensi serviks terjadi ketika serviks terlalu lemah untuk menopang rahim yang sedang bertumbuh, dan akan mulai melebar lebih awal dengan kontraksi tanpa rasa sakit.
Ketika kondisi ini terjadi, dokter akan melakukan prosedur yang disebut cerclage serviks, yaitu ketika serviks dijahit hingga tertutup. Prosedur ini dilakukan selama trimester kedua untuk mencegah terjadinya persalinan prematur, Moms.