Kumparan Logo

Terlalu Banyak Beri Bawang Putih untuk Bumbu MPASI Bayi, Apa Dampaknya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi alat pencacah bawang putih Foto: Dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alat pencacah bawang putih Foto: Dok.Shutterstock

Memasuki usia enam bulan, bayi sudah boleh mengonsumsi makanan padat atau MPASI. Ya Moms, Anda bisa memperkenalkan berbagai makanan yang dimasak dengan bumbu pada si kecil. Salah satu bumbu dapur yang aman untuk bayi adalah bawang putih.

Ya, bawang putih boleh diberikan pada bayi sejak usia enam bulan. Selain membuat makanan menjadi lezat dan lebih beraroma, bawang putih juga mengandung banyak nutrisi yang baik untuk bayi.

Bawang putih merupakan sumber vitamin B6, mangan, selenium, potasium, dan zat besi yang baik. Bumbu dapur ini juga dikenal memiliki efek anti-bakteri, anti-jamur dan anti-protozoa, yang dapat membantu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit lainnya. Oleh karena itu, bawang putih dinilai sangat baik untuk kesehatan bayi.

Meski demikian, ibu tetap perlu memerhatikan jumlah bawang putih pada makanan bayi. Memasukkan bawang putih secara berlebihan mungkin dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan pada si kecil. Terlebih, bayi masih belajar untuk menyesuaikan diri dengan makanan padat yang dikonsumsinya.

Agar Anda lebih waspada, berikut ini beberapa dampak bila terlalu banyak memberikan bawang putih di menu MPASI bay, Moms.

3 Risiko Memberi Bawang Putih Berlebihan pada Makanan Bayi

1. Menyebabkan kembung

Ilustrasi makanan bayi dengan bumbu bawang putih. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Solid Starts, sangat disarankan bagi ibu untuk memberikan bawang putih dalam jumlah terbatas pada bayi. Ya Moms, bawang putih memang memiliki kandungan yang dapat membunuh bakteri jahat di usus. Namun, terlalu banyak mengonsumsi bawang putih juga dapat menyebabkan perut kembung yang membuat bayi tidak nyaman, karena adanya kandungan fruktan, yaitu karbohidrat yang dapat menyebabkan gas.

2. Memiliki sifat panas

Bawang putih juga memiliki sifat panas, oleh karenanya mengonsumsi ini secara berlebihan dapat membuat perut bayi tidak nyaman, karena adanya sensasi terbakar. Apalagi jika ibu tidak memasak bawang putih dengan baik, si kecil mungkin tidak akan bisa menoleransi sifat panas dari bawang putih.

3. Menyebabkan refluks senyap

Bawang putih cincang yang dicampur dengan air mawar bisa mengatasi jerawat pada kulit sensitif. Foto: Shutterstock

Mengutip Healthline, ibu perlu mempertimbangkan memasukkan bawang putih dalam jumlah banyak pada makanan bayi dengan penyakit gastroesophageal reflux (GERD), yaitu kondisi umum yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Bawang putih dapat menurunkan nada sfingter esofagus bagian bawah, yang merupakan kemampuan otot-otot di bagian bawah kerongkongan untuk menutup dan mencegah asam naik. Tapi, pada akhirnya ini mungkin dapat menyebabkan refluks senyap pada bayi yang lebih berisiko.

Melihat dari beberapa dampak yang bisa saja dialami bayi, maka sangat disarankan bagi ibu untuk membatasi jumlah penggunaan bawang putih pada makanan bayi. Kenalkan bawang putih secara perlahan dengan jumlah sedikit pada masa-masa awal MPASI.

Bila, bayi mengalami gejala yang tidak normal, sebaiknya segera hentikan pemberian bawang putih dan bawa si kecil ke dokter. Namun, jika ia tidak menunjukkan gejala apa pun, Anda tetap bisa memasukkan bawang putih ke dalam makanan bayi, Moms.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis

======

Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.