kumparan
25 Maret 2018 17:05

Tetap Semangat Jika Anak Anda Terlahir dengan Down Syndrome

Ilustrasi Depresi
Ilustrasi Depresi (Foto: Thinkstock)
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang normal. Tapi, bagaimana jika anak Anda didiagnosis terkena kelainan kromosom seperti down syndrome?
ADVERTISEMENT
Pertama kali mendengar dokter memberikan diagnosis tersebut pasti membuat Anda sedih.
Menurut psikolog klinis, Dra Annie Lutfia, ada tiga tahap emosi ibu ketika mendapati anaknya terlahir dengan down syndrome. Pertama shock atau merasa kaget dengan fakta yang harus diterima. Kedua munculnya rasa penolakan atas kenyataan tersebut. Dan yang ketiga adalah kecewa.
Emosi-emosi di atas adalah hal yang wajar. Meski demikian tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Hal tersebut bisa berdampak buruk bagi psikis Anda dan juga anak Anda.
Hari Down Syndrome Dunia 2018
Hari Down Syndrome Dunia 2018 (Foto: Tamara Anastasia Wijaya/kumparan)
"Nah yang menjadi permasalahan kalau nuansa itu gak berubah-ubah. Jadi kesalnya, marahnya, sedihnya terus menerus dalam waktu yang lama. Padahal mereka kan berpacu dengan waktu. Misalnya anak DS (down syndrome) itu kan sebaiknya diberikan intervensi dini. Maksudnya stimulasi dini untuk mengejar ketertinggalan perkembangan se-optimal mungkin. Kalau orang tuanya masih tetap berada di dalam kesedihan, mau sampai kapan? Anaknya keburu gede," ujar Annie pada kumparanMOM (kumparan.com) saat dijumpai pada acara peringatan Hari Anak Down Syndrome Sedunia di Bentara Budaya Jakarta, Sabtu (24/3).
ADVERTISEMENT
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengobati rasa sedih orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome?
Orang tua butuh dihibur, serta diberikan edukasi oleh dokter dan juga terapis.
"Kita ikuti dulu saja orang tua yang bersedih, oke kamu boleh sedih-sedih tapi kita tetap kasih edukasi. Kalau kamu tahapannya kaya gini terus, dampaknya akan begini. Kalau kamu murung dan marah terus maka anaknya juga nggak akan happy. Anaknya justru jadi semakin susah untuk di-handle kalau orang tuanya saja tidak memiliki semangat dalam dirinya sendiri," tambah Annie.
Ilustrasi anak down syndrome.
Ilustrasi anak down syndrome. (Foto: Thinkstock)
Orang tua juga bisa mengikuti terapi untuk mengembalikan semangat membesarkan anak dengan down syndrome.
"Kita bakal kasih terapi dan juga stimulasi. Kan pada dasarnya, anak down syndrome punya motorik yang normal, dalam arti kaya berjalan. Normal ini sebelum 18 bulan, tapi anak down syndrome butuh waktu yang lebih lama dari biasanya. Nah, ketika anak sudah bisa berjalan, otomatis orang tua kan akan semangat ya untuk mengajarkan hal lainnya pada anak," kata Annie.
ADVERTISEMENT
Anak dengan down syndrome sangat butuh perhatian dan kasih sayang layaknya anak normal, Moms. Tak perlu lagi bersedih, karena semangat Anda bisa mengantarkannya menjadi anak yang sehat dan berprestasi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan