Kumparan Logo

The Pharaoh’s Daughter Hadir di Surabaya, Kolaborasi Aksi Seni dan Momen Berbagi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertunjukan The Pharaoh’s Daughter. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pertunjukan The Pharaoh’s Daughter. Foto: Istimewa

Panggung Gedung Ciputra Hall, Surabaya, terasa berbeda pada Minggu (13/9). Pertunjukan balet The Pharaoh’s Daughter yang digelar Center Point Ballet Academy tak hanya menghadirkan puluhan penari, tetapi juga mempertemukan seniman dari berbagai latar belakang dalam satu pertunjukan.

Salah satu momen yang mencuri perhatian hadir sejak pembukaan pertunjukan. Penari utama Patricia Jane tampil bersama violist cilik Liam Ian Gunawan (8 tahun) dalam pembukaan The Pharaoh’s Daughter.

Patricia Jane. Foto: Istimewa

Patricia Jane merupakan performing and teaching artist yang saat ini berdomisili di New York City. Ia memiliki gelar BFA in Theater, Music, and Dance dari Joffrey Ballet dan New Jersey City University (NJCU).

Dalam pementasan ini, Patricia menjadi salah satu penari utama yang membawa karakter dan cerita The Pharaoh’s Daughter ke atas panggung. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi Center Point Ballet Academy dengan seniman yang memiliki pengalaman di panggung internasional.

Liam Ian Gunawan di The Pharaoh’s Daughter. Foto: Istimewa

Sementara itu, Liam Ian Gunawan hadir membawakan bagian Act 3 La Fille du Pharaon dalam pertunjukan tersebut. Liam mulai belajar biola sejak usia lima tahun. Dalam dua tahun setelah mulai belajar, ia meraih First Prize dan Best Performance dalam 7th Vienna Virtuoso Festival Music Competition di Berlin sebagai peserta termuda.

Ia juga pernah tampil di sejumlah panggung internasional, termasuk Walt Disney Concert Hall di Los Angeles, Carnegie Hall di New York, dan Esplanade di Singapura.

Pertemukan 130 Penari dalam Satu Panggung

The Pharaoh’s Daughter merupakan karya balet yang mengisahkan Putri Aspicia, putri Firaun, dan Ta-Hor, seorang pemuda Mesir. Keduanya bertemu ketika sedang berburu dan kemudian menjalin hubungan. Konflik muncul ketika Aspicia dijodohkan dengan Raja Nubian oleh sang ayah.

Pertunjukan The Pharaoh’s Daughter. Foto: Istimewa

Dalam pementasan di Surabaya, cerita tersebut diwujudkan melalui perpaduan balet, musik, dan elemen visual.

Sebanyak 130 penari dari berbagai usia turut mengambil bagian dalam pertunjukan. Mereka menjalani proses latihan dan persiapan selama sekitar tiga hingga empat bulan untuk mempersiapkan pementasan.

Bagi Center Point Ballet Academy, panggung ini bukan hanya menjadi ruang bagi para penari untuk menunjukkan hasil latihan. Pertunjukan juga menjadi bagian dari proses perkembangan para murid, termasuk graduation and award bagi mereka yang telah menyelesaikan ujian.

Untuk memperkaya pertunjukan, Center Point Ballet Academy juga menghadirkan sejumlah guest artist. Selain Patricia Jane dan Liam Ian Gunawan, terdapat Martina Feiertag, dancer, koreografer, sekaligus co-founder Dimar Dance Theatre.

Pementasan dipimpin oleh Principal and Art Director Center Point Ballet Academy, Ekawati Loekito. Kolaborasi tersebut membuat The Pharaoh’s Daughter tidak hanya menjadi panggung bagi para penari, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai disiplin seni dan generasi.

Pertunjukan Balet Sekaligus Berbagi

Pertunjukan balet sekaligus berbagi. Foto: Istimewa.

Di balik pertunjukan seni tersebut, Center Point Ballet Academy juga membawa misi sosial.

Melalui The Pharaoh’s Daughter, donasi disalurkan kepada Biara Karmel OCD Claket dan para korban gempa di NTT melalui Gereja Katolik St. Yakobus Surabaya.

Penyerahan donasi kepada Biara Karmel OCD Claket dilakukan oleh Ekawati Loekito selaku pimpinan Center Point Ballet Academy.

Para penari dan seniman yang terlibat tidak hanya membawa kisah Putri Aspicia dan Ta-Hor ke atas panggung, tetapi juga ikut menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan berbagi.

Melalui pertunjukan ini, Center Point Ballet Academy berharap dapat terus menghadirkan ruang bagi para penari untuk menunjukkan perkembangan mereka sekaligus membuka kesempatan untuk berkolaborasi dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.