kumparan
12 Maret 2018 11:27

Tips Agar Anak Luwes Bergaul

Ilustrasi anak bermain
Ilustrasi anak bermain. (Foto: Thinkstock)
Mendidik anak memang susah-susah gampang, Moms. Termasuk menjadikan anak pribadi supel dan bisa luwes ketika berinteraksi dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
Keterampilan ini tentu saja bila diasah terus-terusan akan membantu anak pula dalam kehidupannya kelak dalam menjalin relasi.
Namun terkadang, hambatan juga bisa datang dari orang tua sendiri yang tidak begitu luwes pula dalam bergaul. Tapi, bukannya tidak mungkin, Anda bisa sama-sama belajar dengan anak Anda untuk bisa lebih luwes dalam bergaul. Caranya?
kumparanMom (kumparan.com) merangkum cara yang bisa Anda lakukan agar anak Anda tumbuh sebagai pribadi yang luwes dalam bergaul
Berikan pengertian
Ilustrasi Anak dan Ibu
Ilustrasi Anak dan Ibu (Foto: Thinkstock)
Ada baiknya sebelum bertemu dengan orang baru, Anda memberi penjelasan kepada anak tentang pentingnya bergaul dengan orang lain. Di antaranya anak lebih punya banyak teman, bisa mendapat teman baru, dan sebagainya.
Beritahukan pula kalau anak akan bertemu dengan orang baru dalam waktu dekat, misalnya dengan mengucapkan: 'Nak, kita akan bertemu teman mama, tante Rosa, ada Kevin juga di sana, nanti kamu bisa berteman dan mengajaknya main'.
ADVERTISEMENT
Perkenalan diri
Ilustrasi anak bermain
Ilustrasi anak bermain (Foto: Thinkstock)
Kebiasaan sederhana yang bisa Anda latih adalah membiasakan berkenalan pada orang di lingkungan baru.
Misalnya, Anda bisa membimbing anak 'Halo tante, namaku Tasya, senang bertemu tante'.
Sapa dan senyum
Ketika berpapasan dengan teman sebayanya atau orang yang lebih tua, ajarkan anak untuk selalu menyapa dan tersenyum ramah.
Salam
Selain menyapa, mengucapkan salam ketika baru bertemu atau berpamitan dengan seseorang juga perlu Anda ajarkan pada anak Moms.
Ini berguna untuk mencairkan suasana sehingga anak Anda akan bisa lebih cepat akrab dengan sekitarnya.
Sosialisasi
Anak bermain
Anak bermain. (Foto: Thinkstock )
Beri anak Anda kesempatan yang optimal untuk sosialisasinya, seperti mengatur waktu rutin berkunjung ke rumah kakek-nenek atau jadwal playdate dengan anak-anak sebaya teman Anda.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan