Tips Agar Anak Tak Digigit Nyamuk saat Bermain di Luar Rumah

Moms, bermain di luar rumah baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Mulai dari melatih motorik kasar, meningkatkan kesehatan, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, dan masih banyak lagi.
Namun terkadang saat si kecil bermain di luar ruangan ibu jadi waswas karena rawan digigit nyamuk. Terlebih bagi anak yang kulitnya sensitif, gigitan nyamuk dan berbagai serangga lain tak hanya membuat kulit benjol kemerahan, namun bisa menyebabkan infeksi kulit.
Nah mengutip laman Rise and Shine, ada beberapa tips agar si kecil terhindar dari gigitan nyamuk saat bermain di luar ruangan. Apa saja?
1. Hindari aktivitas di luar ruangan saat senja dan pagi hari. Sebab periode tersebut adalah saat-saat nyamuk paling aktif.
2. Hindari bermain di dalam atau di sekitar genangan air. Sebab genangan air kerap jadi tempat bernaung serangga.
3. Kenakan kemeja tipis berlengan panjang dan celana panjang untuk menghindarkan anak dari gigitan serangga.
Amankah Gunakan Losion Anti-Nyamuk pada Anak?
Umumnya, losion antinyamuk yang berlabel 'untuk anak' memang terbukti aman digunakan untuk anak kok, Moms. Yang terpenting, pastikan losion tersebut tidak tertelan oleh anak, ya.
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan losion antinyamuk atau penolak serangga lain yang mengandung bahan aktif DEET (N,N-dietil-3-methylbenzamide). Khusus bagi hamil dan anak-anak berusia lebih dari 2 bulan, perlu menggunakan losion antinyamuk dengan konsentrasi DEET terendah yang tersedia, tetapi tidak lebih dari 30 persen.
"Jika Anda berencana untuk berada di luar hanya beberapa jam, disarankan konsentrasi DEET yang lebih rendah. Jika Anda berencana untuk berada di luar selama sehari penuh, konsentrasi yang lebih tinggi disarankan, tetapi tidak lebih dari 30 persen," kata Meagan Van Assche, NP, seorang praktisi perawat anak di Children's Pediatricians dan Associates Foggy Bottom/Capitol Hill.
Jangan lupa pastikan anak membersihkan kulitnya setelah waktu bermain outdoor usai, ya. Sedangkan untuk bayi baru lahir hingga yang usianya masih di bawah 2 bulan, disarankan mengenakan pakaian panjang dan selimut tipis, ya!
Assche menyarankan orang tua untuk tidak mengoleskan minyak yang mengandung eucalyptus pada anak di bawah 3 tahun. Produk lain seperti bawang putih atau vitamin B1 belum terbukti dapat digunakan untuk menangkal serangga.
Cara Oleskan Losion Anti-Nyamuk pada Anak
Losion antinyamuk hanya boleh dioleskan pada kulit yang terbuka, dan anak-anak tidak boleh mengoleskannya sendiri.
Saat hendak mengoleskan losion antinyamuk di muka anak, sebaiknya letakkan dulu di telapak tangan Anda, baru oleskan ke wajah si kecil. Pastikan losion tidak mengenai mulut dan sekitar mata ya, Moms. Selain itu, hindari mengoleskan losion antinyamuk pada kulit yang terluka atau iritasi.
"Jangan gunakan kombinasi produk losion serangga dan tabir surya karena DEET dapat membuat faktor perlindungan matahari (SPF) menjadi kurang efektif," kata Assche.
Selain itu, kata Assche, tabir surya perlu berulang kali dioleskan (biasanya tiap 2 jam sekali), sehingga penggunaan kembali produk dengan DEET dapat membuat anak-anak terpapar secara berlebihan. Pastikan untuk mengoleskan tabir surya ke kulit terlebih dahulu, baru kemudian diikuti dengan losion antinyamuk agar lebih efektif.
Kemudian, Assche mengingatkan, penting untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu sebelum makan sesuatu. Sebab losion antinyamuk tersebut bisa saja tertelan oleh si kecil. Terakhir, pastikan Anda menyimpan losion antinyamuk itu di tempat yang tak dapat dijangkau anak, ya!
****
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di media sosial kumparanMOM! Klik di sini
