Tips Ajari Anak Minum Obat Pil atau Tablet

Saat anak sakit, beberapa dokter mungkin saja meresepkannya obat pil atau tablet. Bila anak belum bisa menelannya langsung, Anda mungkin akan menghancurkannya terlebih dahulu, baru diberikan pada anak untuk diminum. Tapi, cara itu terbilang kurang praktis, sehingga tak ada salahnya bila Anda ingin mengajarkan anak minum obat pil atau tablet.
Sebelum mengajarkan si kecil minum obat pil atau tablet, Anda harus paham terlebih dahulu, bahwa hal ini mungkin saja sangat menyulitkan bagi beberapa anak. Misalnya saja, karena ukurannya yang besar, rasanya pahit, atau karena anak tidak tau teknik yang tepat agar obat bisa langsung tertelan. Jadi, Anda perlu mengajarkannya secara perlahan ya, Moms.
Perlu dipahami juga bahwa sebenarnya tidak ada patokan usia, kapan anak harus bisa minum obat berbentuk pil, tablet atau kapsul. Ya, Anda perlu melihat kesiapan anak. Meski begitu, usia 4 tahun dirasa tepat bila Anda ingin mulai mengajarkan anak minum obat pil atau tablet, karena di usia itu si kecil sedang banyak belajar hal baru.
Nah Moms, untuk memudahkan Anda mengajarkan anak minum obat pil atau tablet, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti dilansir Parenting First Cry.
1. Pertama-tama Anda dan suami harus ingat bahwa mengajarkan anak minum obat tidak boleh dipaksa apalagi memberikan tekanan. Biarkan si kecil rileks dan beri tahu bahwa ia tidak harus mencobanya, kecuali sudah siap melakukannya.
2. Saat anak sudah siap, Anda bisa memberikannya air minum sebelum menelan obat.
3. Selesai meneguk air, coba taruh pil, kapsul atau tablet anak di bagian depan lidah dan arahkan kepala anak sedikit ke belakang.
4. Obat sudah masuk mulut, kini Anda bisa meminta anak untuk menenggak air dan berkumur selama beberapa detik. Tujuannya agar lebih mudah saat menelan obatnya, Moms. Setelah itu, mintalah ia untuk menelannya.
5. Bila tidak berhasil, coba letakkan obat anak di makanannya, misalnya roti atau pisang. Minta anak untuk memakan obatnya bersama makanannya itu.
6. Nah Moms, bila berhasil jangan lupa untuk memuji anak. Namun, bila belum berhasil, jangan memarahinya. Tetaplah berikan si kecil pujian dan motivasi, agar ia mau mencobanya lagi di lain kesempatan.
