Kumparan Logo

Tips Ajari Anak untuk Berhati-hati pada Orang Asing

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Penculikan  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penculikan Foto: Shutterstock

Moms, sudahkah Anda mengajarkan pada anak untuk berhati-hati pada orang asing? Ya, penting bagi anak untuk menyadari bahwa terkadang ada orang yang bisa saja berbuat tidak baik kepadanya. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir kabar soal penculikan anak hingga pelecehan seksual pada anak kerap terjadi.

Sebelum mengajarkan bagaimana cara mengenali bahaya orang asing, ibu dan ayah perlu pahami dulu apa yang dipahami si kecil. The New Age Parents melansir, anak-anak tidak dapat sepenuhnya memahami konsep bahaya, apalagi 'bahaya orang asing'. Mereka sering kesulitan menghubungkan bahaya dengan orang yang tampaknya ramah, dibandingkan dengan seseorang yang tampak menakutkan dan jahat.

Lantas bagaimana cara menjelaskan pada anak soal potensi bahaya orang asing? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Cara Jelaskan pada Anak tentang Bahaya Orang Asing

1. Jelaskan Siapa Orang Asing

Moms, jelaskan pada anak bahwa orang asing adalah seseorang yang tidak dikenal keluarga dengan baik. Jelaskan juga bahwa orang asing mungkin tidak selalu terlihat seperti penjahat dalam kartun atau film yang mereka tonton.

Orang asing yang tampak baik itu bisa sama berbahayanya dengan orang jahat. Tapi bukan berarti semua orang asing jahat. Beri tahu mereka bahwa terkadang orang asing yang baik dapat membantu saat kita dalam bahaya atau saat kita tersesat. Sebaliknya, tekankan pada si kecil untuk tidak boleh jauh-jauh dari orang tua atau pengasuh saat berada di tempat umum.

2. Kenalkan Prinsip 'No, Go, Yell, Tell'

Ilustrasi anak balita berteriak. Foto: Shutter Stock

The New Age Parents menyarankan orang tua untuk tidak menggunakan kalimat negatif dan larangan, seperti 'jangan dengarkan atau berbicara pada orang asing, jangan mengambil makanan apa pun dari orang asing'.

Sebaliknya, ibu dan ayah perlu menekankan apa yang bisa dilakukan, seperti imbauan yang diberikan Dewan Pencegahan Kejahatan Nasional Singapura. Yakni, "Dalam situasi berbahaya, anak-anak harus mengatakan tidak, melarikan diri, berteriak sekeras yang mereka bisa, dan segera memberi tahu orang dewasa tepercaya apa yang terjadi".

Singkatnya, bantu anak untuk mengingat langkah-langkah 'No, Go, Yell, Tell' yang berarti: berkata tidak, pergi, berteriak, dan beri tahu orang yang dipercaya. Mintalah anak untuk memberi tahu orang tua, satpam, atau polisi, saat ia merasa berada dalam bahaya.

3. Bermain Peran

Setelah mendiskusikan apa itu orang asing, ibu dan ayah bisa mengajak si kecil bermain peran. Cobalah berpura-pura jadi orang asing dan minta anak untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan dan bagaimana mereka dapat merespons ketika skenario tertentu terjadi.

4. Ajari Anak tentang Bagian Tubuhnya

Orang tua selalu mengajari anak tentang mata, hidung, mulut, dan telinga, tetapi terkadang lupa mengajarkan bagian pribadinya. Nah Moms, saat mengajarkan bagian tubuh yang bersifat pribadi, gunakan nama biologis seperti payudara, vagina, dan penis.

Jelaskan bahwa orang asing tidak boleh menyentuh bagian tubuh pribadi tersebut. Ingatkan anak pada prinsip 'no, go, yell, tell' saat ada orang asing yang menyentuh bagian tubuh pribadinya.

5. Gunakan Literatur Anak

Ibu dan anak membaca buku. Foto: Shutter Stock

Buku cerita anak-anak adalah sumber informasi yang luar biasa karena sering mengilustrasikan lebih banyak detail yang cocok untuk dipahami anak kecil. Buku cerita bisa jadi media yang efektif untuk mengajarkan pada anak tentang potensi bahaya orang asing, Moms. Anak bisa lebih paham dan menyadari jenis bahaya yang mungkin mereka hadapi saat berinteraksi dengan orang asing.

-----

Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di sosial media kumparanMOM! Klik di sini