Kumparan Logo

Tips Aman Ajak Anak Berwisata

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ajak anak berwisata ke pantai. Foto: NadyaEugene/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ajak anak berwisata ke pantai. Foto: NadyaEugene/Shutterstock

Libur lebaran kerap jadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajak anak berkunjung ke tempat wisata. Pantai dan taman bermain sering kali menjadi tujuan utama wisata bersama keluarga. Bukankah begitu, Moms?

Sayangnya, libur lebaran tahun 2022 ini justru diwarnai dengan berita duka dari tempat wisata. Ya, beberapa kecelakaan terjadi di tempat wisata yang menimbulkan korban jiwa, termasuk anak-anak. Peristiwa ini mungkin membuat orang tua menjadi cemas untuk membawa si kecil berlibur lagi.

Nah, agar wisata bersama anak berjalan lancar dan aman, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, Moms.

Cara Aman Berwisata dengan Anak

Wisata ke taman bermain. Foto: Shutter Stock

Perhatikan kondisi tubuh

Sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan wisata, sebaiknya perhatikan kondisi tubuh baik pada anak maupun orang tua. Pastikan Anda dan si kecil sama-sama dalam keadaan sehat dan bugar, agar wisata berjalan lancar. Pilih waktu yang tepat, misalnya saat suhu udara tidak terlalu panas yang akan berpengaruh pada kondisi tubuh.

“Utamakan kondisi tubuh anak dan orangtua dalam keadaan sehat dan fit. Pilih waktu yang nyaman, suhu tidak terlalu panas sehingga mengakibatkan anak cepat lelah dan tantrum,” kata Inisiator SafeKids Indonesia, Wahyu S Minarto, ST., B.Eng pada kumparanMOM Minggu (8/5).

Ilustrasi wisata bersama anak. Foto: Shutterstock

Pilih tempat wisata yang tepat

Menurut pria yang kerap disapa Paman Billie itu, penting bagi orang tua untuk memilih tempat wisata dengan reputasi baik. Salah satu caranya dengan mencari info di internet, apakah pernah ada berita buruk tentang tempat tersebut, misalnya saja soal kecelakaan yang pernah terjadi. Kemudian, sesuaikan juga tujuan wisata dengan usia si kecil.

“Sesuaikan tempat wisata dengan umur anak. Jika naik wahana sesuaikan dengan umur, tinggi dan berat badan anak. Pantau apakah wahana sudah berumur, struktur bangunannya masih baik atau tidak. Namun, pantai atau kolam renang yang ramai juga belum tentu lebih aman. Anak malah dapat hilang dan lebih berpotensi tenggelam,” jelas Paman Billie.

Perjalanan wisata bersama keluarga. Foto: Shutterstock

Tetap awasi anak

Saat berada di tempat wisata yang ramai, sebaiknya orang tua tetap mengawasi anak-anak, terutama mereka yang usianya masih di bawah 12 tahun. Pastikan untuk selalu menggandeng anak saat berjalan atau memantau ke mana ia pergi saat ingin berjalan sendiri.

Kenali bahaya dan risiko yang ada di tempat wisata, lalu lakukan tindakan untuk mengurangi risiko tersebut. Beritahu anak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di tempat tertentu dengan alasan yang jelas dan mudah dimengerti si kecil.

kumparan post embed