Mom
·
9 Juli 2021 19:25
·
waktu baca 2 menit

Tips Atasi Emosi Anak yang Meledak-ledak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tips Atasi Emosi Anak yang Meledak-ledak (338960)
searchPerbesar
Ilustrasi anak tantrum dan menangis. Foto: Shutterstock
Marah adalah emosi yang sangat normal dan kita semua tentu pernah merasakannya, tak terkecuali anak-anak, Moms. Namun beberapa anak belum bisa mengatur emosinya sendiri, sehingga bisa ia bisa saja meledak-ledak saat sedang kesal.
ADVERTISEMENT
Emosi yang meledak-ledak merupakan masalah umum pada anak, terutama untuk mereka yang belum bisa mengelolanya dengan baik. Kemampuan untuk mengatur emosi sendiri sangat tergantung pada usia dan perkembangan anak.
Tetapi bukan berarti tidak bisa diajarkan. Ya Moms, Anda bisa membantu si kecil mengatasi emosinya supaya tidak meledak-ledak.
Bagaimana caranya? Berikut beberapa tipsnya untuk Anda, Moms.

Tips Mengatasi Emosi Anak yang Meledak-ledak

1. Belajar mengenali amarah
Tips Atasi Emosi Anak yang Meledak-ledak (338961)
searchPerbesar
Anak tantrum mengamuk hingga menangis meraung-raung atau menjerit Foto: Shutterstock
Langkah pertama untuk mengelola amarah anak adalah membuat si kecil mengenal apa itu marah dan bagaimana rasanya marah. Ada beberapa cara untuk membantu mengenalkan anak tentang emosi marah, seperti:
  • Bermain game: Anda bisa mengajak anak bermain game tentang menebak wajah, sebab permainan ini dapat membantu si kecil mengenali perasaannya. Misalnya, Anda dapat membuat ekspresi wajah, lalu minta si kecil untuk menebak perasaan Anda. Anda juga dapat meminta anak membuat ekspresi wajah dengan mengatakan, “tunjukkan wajah bahagia” atau “tunjukkan wajah marah”. Kemudian mintalah anak Anda untuk menceritakan sebuah kisah tentang mengapa seseorang bisa memiliki perasaan tersebut.
  • Membaca cerita tentang emosi: Ada banyak buku anak-anak yang bercerita tentang perasaan. Kisah-kisah ini bisa menjadi cara yang bagus untuk membuka dialog tentang emosi dengan anak. Anda juga bisa berdiskusi dengan anak apa yang harus dilakukan jika merasakan emosi tertentu.
  • Diskusi soal perasaan: Beri tahu anak bahwa perasaan yang ia rasakan itu semuanya normal dan penting. Kemudian, dorong mereka untuk berbicara tentang perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan, yang mungkin mereka miliki. Ini dapat membantu mereka mengatasi emosi yang sulit.
  • Bersikap terbuka tentang perasaan Anda sendiri: Jangan lupa untuk bicarakan juga soal perasaan Anda kepada si kecil, dan mengapa Anda bisa merasakan emosi tertentu. Ini merupakan cara yang bagus untuk mencontohkan perilaku yang sehat, khususnya menunjukkan cara mengelola emosi yang sulit.
ADVERTISEMENT
2. Belajar mengungkapkan emosi dengan cara yang sehat
Tips Atasi Emosi Anak yang Meledak-ledak (338962)
searchPerbesar
Ilustrasi anak emosi. Foto: Shutter Stock
Anda juga harus belajar bagaimana caranya mengungkapkan emosi dengan sehat. Supaya anak bisa meniru dan mencontohnya dengan baik. Misalnya, Anda mungkin merasa marah karena dapur berantakan. Alih-alih meluapkan amarah dengan cara yang negatif, lebih baik gunakan amarah itu untuk menciptakan perubahan.
Mungkin Anda bisa membuat aturan baru di rumah, dengan memberikan setiap orang tugas bersih-bersih di dapur. Ini bisa menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak, untuk melihat bagaimana Anda meluapkan emosi seperti kemarahan menjadi sebuah aksi yang sehat.
3. Belajar mengelola amarah
Tips Atasi Emosi Anak yang Meledak-ledak (338963)
searchPerbesar
Ilustrasi anak emosi. Foto: Shutter Stock
Mengelola amarah untuk anak-anak bisa sangat menantang, karena si kecil kadang-kadang belum paham bagaimana mengekspresikan dirinya. Sehingga, Anda bisa membantu anak untuk mengelola emosi. Bagaimana caranya? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Growing Early Minds.
ADVERTISEMENT
  • Beri contoh: Tunjukkan bagaimana Anda mengelola dan mengekspresikan emosi, ini akan mengajari anak bagaimana cara mengelola emosinya.
  • Tetap tenang: Ketika anak Anda marah, akan lebih sulit untuk meredakan situasi jika Anda menghadapi kemarahannya dengan kemarahan juga. Jika Anda sama-sama marah, si kecil akan berpikir bahwa meninggikan suara atau berteriak saat marah merupakan hal yang wajar. Sehingga cobalah tetap tenang dan berikan pertanyaan dan solusi pada anak.
  • Latihan pernapasan: Minta si kecil meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut. Lalu minta anak Anda mengambil napas dalam-dalam sampai ke perut dan keluarkan napas secara perlahan. Latihan ini dapat membantu anak menjadi lebih tenang.
  • Aktivitas fisik: Latihan relaksasi otot kadang-kadang bisa menjadi penangkal sempurna jika anak sedang stres. Selain itu, juga bisa membuat si kecil menghabiskan energi negatifnya dengan hal yang lebih berguna. Seperti ajak si kecil jalan-jalan di sekitar rumah atau melompat di atas trampolin. Anda juga bisa mendorong anak untuk mendengarkan musik, membaca cerita, menggambar atau mewarnai.
ADVERTISEMENT