Tips Atasi Persaingan Antar Saudara Kandung yang Bisa Terjadi pada Anak

4 Agustus 2022 12:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak bersaing dengan saudara kandungnya. Foto: Gatot Adri/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bersaing dengan saudara kandungnya. Foto: Gatot Adri/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Memiliki anak lebih dari satu mungkin bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang tua. Mereka mungkin akan akur dan akrab satu sama lain. Namun, tak jarang timbul perselisihan dan pertengkaran di antara mereka.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, berbagai penelitian menunjukkan bahwa saudara kandung berusia di bawah lima tahun akan sering berkelahi, biasanya satu jam sekali dengan durasi 10 menit atau lebih. Mereka mungkin berkelahi karena berebut sesuatu, berusaha mencari perhatian orang tua, dan lain sebagainya.
Mengutip Practical Parenting, persaingan antar saudara kandung yang masih balita biasanya disebabkan oleh kecemburan sederhana dan bersaing untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua. Meski begitu, bukan berarti mereka saling membenci, Moms. Karena balita belum memiliki kemampuan bahasa yang sempurna, maka mereka lebih sering mengungkapkan emosinya dengan bertengkar.
Seiring bertambah usianya, persaingan antar anak mungkin bergeser ke hal lain, salah satunya bersaing secara akademik. Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua dalam menghadapi fase tersebut?
ADVERTISEMENT

Persaingan Anak dengan Saudara Kandungnya, Normal Enggak Ya?

Ilustrasi anak bertengkar dengan saudar kandungnya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bertengkar dengan saudar kandungnya. Foto: Shutter Stock
Secara umum, anak yang bersaing dengan saudara kandungnya merupakan hal yang normal. Terkadang mereka menunjukkan kasih sayang satu sama lain, tapi tak jarang juga mereka berkelahi dan bersaing dalam hal tertentu. Anda juga tak perlu khawatir jika persaingan tersebut mengarah ke hal yang positif, seperti bersaing dalam hal akademik dan kompetisi. Anda hanya perlu bersikap bijak dan tidak pilih kasih dalam menghadapinya.
Namun, Anda perlu waspada jika persaingan tersebut mulai melibatkan kekerasan, baik secara verbal maupun tindakan. Persaingan saudara kandung yang tidak sehat biasanya lebih banyak ditemukan pada orang tua yang sering berdebat, bertengkar secara verbal, dan tidak menyelesaikan konflik dengan baik.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Anda juga perlu waspada jika anak yang paling besar misalnya, mulai mengandalkan fisiknya untuk mengalahkan adiknya, meskipun hanya sekadar menakut-nakuti. Hentikan tindakan tersebut dan jelaskan pada anak bahwa perbuatan itu dapat menyakiti adiknya.

Cara Menghadapi Persaingan Saudara Kandung

Ilustrasi ibu dengan dua anak. Foto: Dragon Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dengan dua anak. Foto: Dragon Images/Shutterstock
Dalam menghadapi anak yang bersaing dengan saudara kandungnya, Anda perlu membimbing mereka dalam menemukan solusi dan menyelesaikan konflik. Hal itu dapat membangun sikap tahan banting pada anak. Mereka juga cenderung lebih mudah mengatasi konflik lain di luar rumah, salah satunya konflik dengan teman.
Sementara itu, bagi anak yang masih balita, persaingan tersebut bisa menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi dan menegaskan diri. Hal itu sebenarnya lebih baik dibanding anak yang suka memendam emosinya sendiri. Meski begitu, orang tua tetap perlu membantunya untuk menemukan solusi supaya anak tidak menyimpan dendam dan bisa mengelola emosinya dengan tepat.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, orang tua memainkan peran penting dalam menghadapi persaingan anak. Anda perlu menjadi contoh dalam menyelesaikan konflik di rumah. Selain itu, hindari memihak pada salah satu anak, hadapi anak dengan setara, dan beri pujian saat anak mau minta maaf dan memaafkan satu sama lain. Hal-hal positif seperti itu lebih baik dilakukan dibanding memberi hukuman pada anak.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020