Kumparan Logo

Tips Berhubungan Seks Saat Hamil 7 Bulan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berhubungan seks.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstock

Moms, tahukah Anda bahwa berhubungan seks saat hamil punya banyak manfaat? Ya, bagi ibu hamil, seks dapat meredakan stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan bahkan membantu mempersiapkan proses persalinan.

Namun, banyak pasangan yang bertanya-tanya, bagaimana jika usia kehamilan sudah memasuki usia 28 minggu atau 7 bulan? Apakah hubungan seks masih aman dilakukan?

Nah kabar baiknya, mengutip Cleveland Clinic, jika kehamilan Anda sehat dan tidak berisiko, berhubungan seks saat hamil tetap aman dilakukan kok, Moms. Namun, penting diingat bahwa setiap kehamilan berbeda-beda, sehingga sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk berhubungan seks, ya.

Tips Aman Berhubungan Seks saat Hamil 7 Bulan

Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstocks

1. Pastikan Kehamilan Sehat dan Tidak Berisiko

Umumnya, berhubungan seks saat hamil aman jika kehamilan Anda berjalan tanpa komplikasi seperti perdarahan, kebocoran cairan ketuban, plasenta yang menutup jalan lahir (plasenta previa), atau bukaan serviks dini.

Sebelum melanjutkan aktivitas seksual, ada baiknya Anda berdiskusi dengan dokter atau bidan Anda tentang kondisi kehamilan Anda secara spesifik.

2. Ketahui bahwa Bayi Anda Tetap Aman

Bayi dilindungi oleh otot-rahim yang kuat, cairan ketuban, dan juga “mucous plug” yang menutup serviks. Dengan demikian, penetrasi ataupun orgasme tidak akan langsung memengaruhi bayi dalam rahim.

Karena itu, Anda dapat merasa lega bahwa aktivitas intim bukan secara otomatis membahayakan janin — selama kondisi kehamilan Anda normal.

3. Ubah Posisi yang Lebih Nyaman

Saat bulan ke-7, ukuran dan berat perut mulai signifikan, sehingga posisi seks yang sebelumnya nyaman bisa jadi kurang nyaman atau bahkan menimbulkan ketidaknyamanan. Beberapa rekomendasi posisi yang lebih aman dan nyaman:

  • Posisi sisi-sisi atau Anda di sisi dan pasangan dari belakang.

  • Anda berada di atas pasangan, sehingga Anda mengontrol kedalaman dan kecepatan.

  • Hindari posisi telentang terlalu lama karena bisa menekan pembuluh darah dan memberi rasa pusing atau tidak nyaman.

Semakin Anda dan pasangan terbuka berdiskusi tentang kenyamanan dan memungkinkan improvisasi, semakin positif pengalaman intim Anda.

4. Kenali Perubahan Libido & Emosi Anda

Kehamilan bulan ke-7 adalah masa di mana tubuh dan hormon Anda sudah banyak berubah. Libido bisa naik, bisa turun — keduanya normal.

Emosi juga bisa berubah — keinginan untuk dekat secara fisik bisa meningkat atau justru Anda lebih memilih keintiman tanpa penetrasi. Ingat: keintiman tidak selalu berarti penetrasi penuh — pelukan, ciuman, pijat, dan stimulasi ringan juga sangat berharga.

5. Kenali Kapan Anda Perlu Berhenti atau Menghindari Seks

Ada beberapa kondisi di mana sebaiknya Anda menahan aktivitas seksual dan berkonsultasi dengan tenaga medis, antara lain:

  • Anda mengalami perdarahan berat atau perdarahan setelah berhubungan.

  • Anda mengalami kebocoran cairan ketuban atau kontraksi sebelum waktunya.

  • Anda memiliki plasenta previa atau bukaan serviks dini (cervical incompetence).

  • Pasangan Anda atau Anda memiliki infeksi menular seksual (IMS/STI) atau hubungan dengan pasangan baru yang belum diuji.

Dalam situasi tersebut, lebih baik berhenti dan menemui dokter untuk memastikan keselamatan Anda dan bayi.

6. Pastikan Kebersihan dan Keamanan

Meskipun kehamilan bisa membuat Anda merasa lebih rentan, aspek kebersihan dan keamanan tetap penting:

  • Jika Anda atau pasangan mempunyai IMS/STS atau pasangan baru, pertimbangkan penggunaan kondom.

  • Hindari posisi atau aktivitas yang membuat perut Anda merasa sangat tertekan atau tidak nyaman.

  • Komunikasikan dengan pasangan kapan Anda merasa tidak nyaman atau ingin berhenti.

7. Tetap Fokus pada Keintiman & Komunikasi

Pada akhirnya, aktivitas intim saat hamil bukan hanya soal penetrasi atau orgasme — melainkan tentang koneksi emosional, saling menghormati, dan kenyamanan bersama. Bicara terbuka dengan pasangan tentang apa yang Anda rasakan, apa yang nyaman atau tidak, dan apa yang Anda inginkan. Suasana yang hangat dan aman akan membantu Anda merasa lebih dekat, lebih tenang, dan lebih menikmati momen bersama.