Kumparan Logo

Tips Bijak Meminjamkan Uang pada Keluarga

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Bijak Meminjamkan Uang pada Keluarga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tips Bijak Meminjamkan Uang pada Keluarga. Foto: Shutterstock

Meminjamkan uang kepada keluarga atau teman bisa menjadi topik yang sensitif. Meminjam uang tidak pernah menjadi perkara yang mudah untuk dilakukan, meski dilakukan antar orang yang memiliki hubungan darah.

Dikutip dari Forbes, faktanya Konseling Kredit Konsumen Amerika yang berbasis di Boston melaporkan bahwa 82 persen orang Amerika akan meminjamkan uang kepada anggota keluarga yang membutuhkan. Dari jumlah itu, setidaknya 66 persen akan melakukan hal yang sama untuk seorang teman.

'Jika begitu banyak yang bersedia memberikan bantuan keuangan kepada keluarga, kenapa saya tidak?' Biasanya pemikiran semacam itu yang membuat kita jadi sulit menolak ketika ada saudara yang ingin meminjam uang. Anda juga merasakannya, Moms?

Menurut Ruthann Driscoll, Direktur Perencanaan Lanjutan di Northwestern Mutual, ada banyak alasan seseorang cenderung berpikir ulang saat hendak meminjamkan atau pinjam uang.

“Meminjamkan uang tidak pernah sederhana, tetapi ketika Anda meminjamkan kepada keluarga atau teman, itu juga berpotensi merusak hubungan yang berharga, terutama ketika uang itu tidak dikembalikan," ujar Driscoll.

Berikut hal-hal yang sebaiknya Anda pikirkan sebelum meminjamkan uang ke orang lain:

1. Pikirkan Apakah Anda Benar-Benar Mampu Membantu

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang adalah mengatakan 'ya' untuk meminjamkan uang tanpa memikirkannya. “Sebelum Anda meminjamkan uang, pertimbangkan kegunaan lain yang telah Anda rencanakan untuk uang tunai itu,” kata Driscoll.

“Jika Anda berniat untuk meminjamkan tabungan ekstra yang tidak Anda perlukan untuk sementara waktu, membuat pinjaman mungkin tidak akan berdampak pada Anda. Tetapi jika Anda menggunakan dana yang dialokasikan untuk keadaan darurat atau tujuan penting lainnya, seperti perbaikan rumah yang akan datang atau dana pensiun, Anda dapat membahayakan keamanan finansial Anda sendiri, terutama jika pinjaman tidak dilunasi, " imbuh Drescoll.

2. Disetujui Pasangan

Sebaiknya meminta persetujuan pasangan sebelum membantu anggota keluarga yang ingin meminjam uang. Pastikan Anda mendapat persetujuan ya.

“Meminjamkan uang kepada kerabat tidak hanya dapat menguras cadangan uang tunai Anda; jika Anda tidak berterus terang tentang rencana Anda, itu juga dapat membebani pernikahan Anda, ” tutur Driscoll.

Ilustrasi Transaksi atau Uang Rupiah. Foto: Shutterstock

3. Pinjamkan Hanya Sebesar yang Anda Mampu Jika Uang Itu Tidak Kembali

Drescoll mengatakan, meminjamkan uang kepada teman atau keluarga adalah pertaruhan. Jadi jangan gunakan uang tunai yang benar-benar Anda perlukan kembali.

“Cobalah jawab permintaan dengan pola pikir bahwa Anda tidak akan melihat uang itu kembali, itu dapat membantu,” jelas Driscoll.

“Jika Anda mengutamakan hubungan keluarga dan memperlakukan pinjaman sebagai hadiah, maka Anda tidak perlu khawatir mengomeli orang tersebut untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya. Anda juga akan terkejut jika uang itu benar-benar dilunasi,” imbuh Driscoll.

4. Buat Perjanjian

Jika Anda memutuskan untuk meminjamkan uang, uraikan detailnya dalam perjanjian tertulis lalu tandatangani. Dengan surat, urusan utang piutang menjadi lebih tercatat.

“Perjanjian tertulis Anda harus menentukan persyaratan pinjaman, termasuk jadwal untuk membayar kembali pinjaman, jadwal untuk melakukan pembayaran mingguan atau bulanan, dan apa yang terjadi jika pinjaman tidak terbayar,” saran Driscoll.

“Memiliki ini secara tertulis dapat membantu Anda menghindari kesalahpahaman di kemudian hari,” imbuhnya.

5. Jadilah Kreatif

Hanya karena orang tersayang meminta uang kepada Anda, bukan berarti Anda harus memberikannya. Menurut Driscoll ada hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membantu.

Misalnya, apabila seorang keponakan meminta bantuan untuk melunasi utang kartu kreditnya, coba ajari dia cara membuat anggaran. Itu tidak akan membuatnya keluar dari masalah keuangan hari ini, tetapi menunjukkan kepadanya bagaimana mengelola uangnya dengan lebih baik di masa depan.

6. Belajar Mengatakan Tidak

Mungkin sulit untuk menolak permintaan dari orang terdekat. Bagaimanapun, Anda mencintai keluarga Anda dan peduli dengan kesejahteraan mereka.

“Buatlah kebijakan untuk meminjamkan uang dan kemudian patuhi itu. Dengan begitu Anda tidak akan terjebak dalam situasi di mana Anda merasa terpojok,” kata Driscoll.

“Untuk menghindari kecanggungan, buat rencana tentang apa yang harus dikatakan sebagai tanggapan atas permintaan; mungkin sesuatu seperti: 'Maaf, Anda mengalami masa sulit, tetapi saya tidak dalam posisi untuk membantu, " imbuhnya.