Kumparan Logo

Tips Cegah Anak Kena Gangguan Pencernaan di Musim Hujan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi dada anak sakit. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dada anak sakit. Foto: Shutter Stock

Pengaruh cuaca di musim hujan, secara tak langsung ternyata dapat mempengaruhi kesehatan anak. Ya Moms, selain flu, di musim hujan anak biasanya juga rentan terkena gangguan pencernaan. Sebab, di musim hujan biasanya banyak virus atau bakteri yang tercemar melalui udara.

Bahayanya, bakteri tersebut ternyata dapat ditemukan di mana saja. Mainan, remot televisi, gadget, dan berbagai barang lainnya yang sering disentuh bahkan dimasukkan ke dalam mulut si kecil. Oleh sebab itu, orang tua perlu melakukan pencegahan agar hal ini tidak mengganggu sistem pencernaan anak.

Bagaimana caranya?

Ilustrasi gangguan pencernaan pada anak. Foto: Shutterstock

Menurut Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Anak, dr. Frieda Handayani K., SpA (K) dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangerang Selatan ini, diare, gastroenteritis, dan gastritis (maag) menjadi beberapa gangguan pencernaan pada anak yang umum terjadi di musim hujan. Menurutnya, terdapat tiga hal yang dapat orang tua lakukan agar anak tidak terkena masalah tersebut.

Pertama adalah dengan meningkatkan daya tubuh anak dan tentunya diri Anda sendiri, Moms. Ya, menjaga higienitas dan sanitasi mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan akan mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab gangguan saluran cerna.

Kedua, cegahlah agar anak tidak terkena paparan berlebih terhadap udara di luar rumah. Sebaiknya Anda juga menasihati anak agar menghindari berenang di musim hujan, karena akan ada bakteri atau virus yang tersebar di sana.

Ilustrasi gangguan pencernaan pada anak di musim hujan. Foto: Shutterstock

Ketiga, jangan lupa memastikan anak Anda cukup istirahat sesuai dengan usianya.

"Hal ini benar-benar harus dipenuh supaya daya tahan tubuh anaknya baik," ucap dr. Frieda ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Selain 3 poin di atas, dr. Frieda juga menyarankan agar orang tua tetap memberikan asupan nutrisi yang bergizi untuk anaknya. Sebab menurutnya, sekitar 70-80 persen antibodi berada di saluran cerna, sehingga si kecil perlu mendapat makanan sehat dan bergizi.

kumparan post embed