Kumparan Logo

Tips Cegah Dehidrasi pada Bayi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi minum. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi minum. Foto: Shutterstock

Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan cairan dan dapat berdampak pada kesehatan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk bayi. Mengutip FirstCry Parenting, bayi lebih rentan mengalami dehidrasi daripada orang dewasa, terutama ketika ia terinfeksi flu perut atau gastroenteritis.

Dehidrasi pada bayi umumnya disebabkan oleh penyakit seperti diare, muntah, demam, dan panas dalam. Beberapa gejalanya yaitu warna urine menjadi lebih gelap dan bau, terlihat lesu, tidak buang air kecil selama enam jam lebih, haus terus-menerus, sedikit atau tidak memiliki air mata saat menangis, hingga tangan dan kakinya terasa dingin.

Nah Moms, agar si kecil tidak mengalami dehidrasi, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegahnya sebagaimana dikutip dari Verywell Family.

Tips Mencegah Dehidrasi pada Bayi

Ilustrasi bayi menyusu Foto: Shutterstock

1. Beri Cairan Sesering Mungkin

Bagi ibu yang menyusui, letakkan bayi di dekat payudara setidaknya setiap 2 – 3 jam agar si kecil terdorong untuk menyusu. Jika Anda memberikan ASI melalui botol dot, Anda dapat memberikannya sebanyak 30 – 90 ml setiap 2 – 3 jam. Bangunkan bayi yang masih tidur untuk menyusui atau minum ASI lewat botol jika sudah lebih dari tiga jam.

Jika bayi mengalami penyakit tertentu, seperti diare dan muntah, Anda mungkin perlu memberikan ASI lebih sering untuk mencegah bayi mengalami dehidrasi.

2. Pantau Popok Basahnya

Jika menggunakan popok kain, bayi umumnya harus berganti popok sebanyak 6 – 10 kali dalam sehari. Jika jumlah tersebut berkurang, bisa jadi bayi mengalami masalah kesehatan. Salah satunya dehidrasi. Untuk itu, jaga selalu kebutuhan cairan bayi agar frekuensi buang air kecilnya kembali normal.

3. Berikan Air Putih Secukupnya

Ilustrasi bayi minum air putih Foto: shutterstock

American Academy of Pediatrics menyebut, bayi hanya boleh diberi air mulai usia 6 bulan dengan jumlah 170 – 250 ml per hari. Meski bayi sedang dehidrasi, orang tua disarankan untuk tetap memberikan air putih sesuai kebutuhan si kecil. Selain itu, kebutuhan cairan bayi juga bisa didapatkan dari ASI.

4. Lindungi Bayi dari Panas

Saat cuaca sedang panas, pastikan bayi memakai baju yang tipis dan menyerap keringat. Jauhkan dari sinar matahari langsung. Saat si kecil tidur, Anda bisa melonggarkan bedongnya atau mungkin tidak membedongnya sama sekali agar ia tidak kegerahan. Anda juga dapat menyalakan kipas angin atau AC untuk menjaga suhu udara di kamar bayi tidak terlalu panas.

5. Cegah Penyebaran Kuman

Setelah Anda beraktivitas di luar, jangan lupa cuci tangan dan cuci muka terlebih dahulu sebelum menyentuh bayi ya, Moms. Pasalnya, bisa jadi ada kuman di tangan Anda dan bisa menyebar ke tubuh si kecil. Selain itu, lakukan cuci tangan sebelum menyiapkan botol bayi, setelah mengganti popok, dan setelah menggunakan kamar mandi.

kumparan post embed
kumparan post embed