Tips dari Psikolog Agar Anak Tidak Rewel saat Silaturahmi Lebaran

28 Maret 2025 15:15 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi silaturahmi bersama keluarga atau orang tua di hari Lebaran atau Idul Fitri. Foto: Odua Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi silaturahmi bersama keluarga atau orang tua di hari Lebaran atau Idul Fitri. Foto: Odua Images/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Momen Lebaran tentu tidak afdal bersilaturahmi dengan keluarga besar. Ketika mengunjungi rumah saudara sambil membawa anak-anak, terkadang bisa menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi jika si kecil tiba-tiba rewel, bisa bikin Anda kewalahan!
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, anak rewel saat silaturahmi Lebaran adalah hal yang wajar terjadi. Salah satunya disebabkan oleh perubahan dari rutinitas sehari-harinya, misal kelelahan atau membuat anak overstimulasi saat bertemu sanak saudara yang mungkin tidak ditemuinya setiap hari.
Di momen ini, tentunya orang tua perlu tetap sabar dan memahami bahwa si kecil juga butuh waktu beradaptasi. Selain itu, apa lagi yang bisa Anda lakukan agar anak tidak rewel lagi di hari Lebaran?

Tips Anak Tidak Mudah Rewel saat Silaturahmi Lebaran

Ilustrasi anak menerima uang lebaran. Foto: Shutter Stock
1. Jelaskan Kegiatan di Har Lebaran
Penting namun sering terlewat, ternyata kita terlebih dahulu perlu menjelaskan apa sih yang dimaksud dengan Lebaran, dan mengapa kita sebagai umat muslim merayakannya dengan suka cita. Selanjutnya, Anda bisa menjelaskan kepada anak tentang apa saja yang akan dilakukan ketika bertemu dengan keluarga besar saat bersilaturahmi.
ADVERTISEMENT
"Kita persiapkan anak dulu dengan menceritakan momen Lebaran itu seperti apa, kira-kira kita akan bertemu dengan siapa saja, ramainya seperti apa," kata Psikolog Pendidikan Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, kepada kumparanMOM.
Bila anak masih belum terbiasa untuk bertemu saudara-saudaranya, misalnya, maka Anda bisa memperlihatkan dulu foto-foto atau album keluarga yang dimiliki. Supaya anak menjadi lebih familiar, dan tidak takut saat bertemu dengan keluarga lainnya nanti.
2. Latihan Lewat Role Play
Enggak ada salahnya untuk mengajarkan anak tentang adab dan etika ketika bersilaturahmi ke rumah saudara lewat role play. Cara ini dianggap bisa memberikan contoh langsung yang mudah dipahami oleh si kecil.
"Kita bisa role play gimana sih nanti kalau ada yang ngajak kamu ngobrol atau ada yang menyapa, atau mungkin ada yang mau meluk atau cium kamu, tapi kamunya belum nyaman," tegas dia.
ADVERTISEMENT
Di momen ini juga Anda bisa mengajari anak tentang batasan bila ada yang ingin menyentuhnya. Ajarkan ia tentang bagaimana cara menolak yang sopan.
"Misalnya, 'Aku belum mau salim'. Nah, orang dewasa di sekitar kita pun perlu menghargai hak anak, bahwa ketika mereka belum mau salim atau belum langsung mau menjawab, bukan berarti mereka tidak sopan tapi mereka butuh waktu," ungkap Orissa.
Ilustrasi silaturahmi lebaran Foto: Thinkstock
3. Pastikan Kebutuhan Anak saat Hari Lebaran Terpenuhi
Padatnya aktivitas saat hari Lebaran, seperti bersilaturahmi ke beberapa tempat dan bertemu dengan puluhan saudara, rentan membuat si kecil kelelahan. Makanya, di malam sebelumnya, pastikan anak sudah cukup istirahat.
"Jadi, kalau misalnya di tengah acara kayaknya mereka sudah mulai cukup cemas atau lelah, kita bisa tarik diri dulu, beri ruang anak untuk beristirahat," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Anda juga bisa membawa serta mainan kesukaan atau barang-barang tertentu milik anak, yang sekiranya bisa membantu mereka untuk menenangkan diri ketika merasa kewalahan.
4. Beri Apresiasi
Terakhir, penting untuk memberikan apresiasi bila anak telah mencoba agar tidak rewel saat bertemu dengan keluarga besar. Begitu juga ketika anak sudah mau lebih terbuka menerima ajakan tos atau mau salim, serta berinteraksi dengan saudara maupun keluarga yang jarang ditemui.