Kumparan Logo

Tips dari Psikolog agar Orang Tua Tidak Mudah Stres selama Pandemi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai membuat sebagian orang mudah merasa stres dan khawatir setiap saat. Tentu saja, kondisi stres bisa berdampak pada kesehatan fisik orang tua dan anak-anak.

Menurut Psikolog Klinis, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi, situasi yang mencekam seperti pandemi membuat emosi yang dirasakan juga lebih intens. Apabila seseorang mempunyai relasi kedekatan seperti keluarga, emosi yang sedang dirasakan satu orang bisa dirasakan oleh anggota keluarga lainnya.

Hal tersebut disampaikan Gisella dalam acara Webinar Kesehatan Mental Keluarga di Masa Pandemi yang diadakan oleh Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Kamis (15/7).

“Kondisi psikologis orang tua sangat berpengaruh terhadap kondisi keseluruhan keluarga terutama anak-anaknya. Pada kenyataannya, salah satu orang tua justru malah menanggung beban berlapis selama pandemi dengan menjalankan berbagai peran sekaligus. Penelitian menunjukkan indikasi bahwa pihak ibu yang menanggung beban lebih banyak di saat pandemi,” kata Gisella.

Hal itulah yang akhirnya dapat memberikan dampak pada kesehatan mental dan fisik orang tua. Gisella pun menyarankan sebaiknya orang tua dapat berbagi peran di dalam hubungan rumah tangga maupun masyarakat selama masa-masa sulit pandemi. Jangan sampai orang tua hanya mengandalkan salah satu pihak untuk menjalankan berbagai peran.

Rutinitas yang berubah drastis selama pandemi ini membuat beberapa orang tua merasa tertekan dan stres. Oleh sebab itu, di masa pandemi seperti ini sangat penting bagi orang tua untuk bisa merawat diri demi menjaga kesehatan mental dan fisik. Dengan begitu, anak-anak dan keluarga di rumah pun ikut bahagia, Moms.

Menurut Gisella, berikut beberapa hal yang bisa orang tua lakukan agar tidak mudah stres selama pandemi.

Cara Merawat Diri Secara Psikologis di Masa Pandemi

Ilustrasi Meditasi Foto: Dok. Shutterstock

-Menyisihkan waktu untuk berefleksi diri.

-Mengakses layanan psikoterapi atau konseling.

-Menulis jurnal atau catatan harian.

-Membaca literatur yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

-Melakukan kegiatan yang bukan keahlian.

-Memperhatikan pengalaman pribadi.

-Mengenali sistem nilai, pola sikap dan perasaan.

-Memperlihatkan beragam aspek diri kepada orang lain, bersikap luwes dan tulus sebagai diri sendiri.

-Mengolah intelegensi di area selain bidang pekerjaan.

-Melatih untuk bisa menerima dari orang lain.

-Merasa ingin tahu.

-Dapat menolak pada tambahan pekerjaan di saat yang tepat.

Cara Merawat Diri Secara Emosional di Masa Pandemi

Ilustrasi ibu dan anak sedang bermain di dalam rumah. Foto: Shutterstock

-Menikmati waktu bersama dengan orang lain.

-Tetap terkoneksi dengan orang-orang yang penting di dalam hidup Anda.

-Memberikan diri afirmasi, misalnya dengan memuji diri sendiri.

-Menyayangi diri sendiri.

-Mengidentifikasi aktivitas, objek, orang, relasi, tempat yang nyaman dan mencoba untuk mewujudkannya.

-Mengizinkan diri untuk menangis.

-Menemukan hal-hal yang bisa membuat Anda tertawa.

-Mengekspresikan kemarahan dalam aksi sosial, petisi, donasi, aksi dan lainnya.

-Bermain dengan anak.

Cara Merawat Diri Secara Fisik di Masa Pandemi

Ilustrasi olahraga di rumah. Foto: Shutterstock

-Makan teratur dan bergizi.

-Olahraga, yaitu melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan atau disukai.

-Melakukan pengobatan dan beristirahat ketika sakit.

-Tidur berkualitas yang cukup.

-Memakai pakaian yang disukai.

-Memiliki jeda dari gadget atau laptop.

-Tetap melakukan protokol kesehatan selama pandemi.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis