Tips Disiplinkan Anak dengan ADHD
ยทwaktu baca 3 menit

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya diketahui saat anak berusia kanak-kanak, dan akan berlanjut hingga dewasa.
Mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), penyebab pasti hal ini belum diketahui, tetapi beberapa kasus ADHD diturunkan dari keluarga. Sehingga, tak jarang faktor genetik dikaitkan dengan gangguan saraf ini.
Selain genetik, para ilmuwan juga menemukan kemungkinan lain yang dapat menyebabkan ADHD, seperti kerusakan otak, faktor lingkungan, konsumsi alkohol, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah.
Anak dengan ADHD cenderung mengalami kesulitan untuk fokus, kesulitan mengendalikan perilaku impulsif, hingga terlalu aktif. Sehingga, perilaku ini dapat menghambat perkembangan anak, Moms.
Dikutip dari Very Well Family, anak dengan ADHD mungkin juga mengalami kesulitan untuk duduk diam, menyelesaikan tugas, mengelola perilaku atau tindakan, hingga mengikuti petunjuk. Oleh karena itu, Anda perlu memutar otak untuk membantu mendisiplinkan dan mengarahkan anak dengan ADHD. Bagaimana caranya?
6 Cara Disiplinkan Anak dengan ADHD
1. Berikan perhatian yang positif
Mengasuh anak dengan ADHD membutuhkan energi ekstra bagi orang tua. Ya Moms, pasokan energi mereka cenderung tidak ada habisnya, bahkan keinginan untuk berbicara terus-menerus terdengar sangat melelahkan. Sehingga, memberikan perhatian yang positif pada anak dengan ADHD adalah hal yang perlu dicoba. Misalnya saja memberikan permainan yang berdampak positif untuk mengurangi perilaku cari perhatian.
2. Berikan instruksi yang efektif
Anak dengan ADHD membutuhkan bantuan ekstra untuk mengikuti petunjuk atau instruksi. Hanya saja, mereka cenderung tidak ingin mendengarkan instruksi yang diberikan. Maka dari itu, cobalah untuk memberikan instruksi yang efektif pada anak. Misalnya, matikan televisi, ajak anak melakukan kontak mata, dan letakkan tangan Anda di bahu anak sebelum memberikan instruksi. Lalu, mintalah si kecil untuk mengulangi kembali apa yang Anda katakan, dan pastikan mereka benar-benar mengerti.
3. Puji usaha anak
Tak ada salahnya untuk memuji usaha anak Anda meski tidak sepenuhnya berhasil. Bila perlu, berikanlah rewards atau hadiah untuk membantu mereka tetap melakukan yang sesuai dengan keinginan Anda.
4. Gunakan time-out bila diperlukan
Time-out merupakan salah satu cara untuk membantu menenangkan tubuh dan otak anak dengan ADHD. Sebelumnya Anda perlu paham bahwa time-out tidak harus berupa hukuman yang keras. Ya, Anda bisa mengajak si kecil pergi ke tempat yang tenang dan nyaman untuk menenangkan diri.
5. Abaikan perilaku buruk anak yang bersifat ringan
Anak dengan ADHD sering menunjukkan perilaku yang mencari perhatian, baik itu negatif ataupun positif. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengabaikan perilaku buruk anak yang bersifat ringan, seperti merengek, mengeluh, dan berteriak. Ya Moms, hal ini dilakukan agar anak paham bahwa perilaku tersebut tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan.
6. Komunikasi dengan guru
Sulit fokus merupakan salah satu gejala yang terjadi pada anak dengan ADHD. Sehingga, penting bagi Anda untuk berkomunikasi dengan guru di sekolah dalam membantu keberhasilan anak di bidang pendidikan. Misalnya, memodifikasi tugas sekolah, atau memberikan waktu ekstra untuk ujian. Bila diperlukan, mintalah untuk memodifikasi jadwal kegiatan anak. Sebab, anak dengan ADHD sulit untuk mengikuti rutinitas atau jadwal yang ada. Bila dipaksakan, maka dapat memperburuk gejala dan masalah perilaku si kecil.
