Kumparan Logo

Tips Hadapi Anak yang Fobia Ketinggian

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak kecil takut ketinggian dan tak berani berjalan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kecil takut ketinggian dan tak berani berjalan Foto: Shutter Stock

Memiliki rasa takut akan suatu benda atau situasi tertentu adalah hal yang wajar, termasuk pada anak. Meski begitu, bila perasaan tersebut sampai membuat anak panik, bisa saja si kecil mengalami fobia, Moms.

Fobia adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan yang intens dan berlebihan, serta terjadi terus-menerus terhadap suatu objek atau situasi. Dikutip dari Today’s Parent, Asosiasi Psikologi Kanada menemukan lebih dari 1 dari 10 orang dewasa mengalami fobia spesifik yang dimulai sejak masa kanak-kanak.

Ilustrasi fobia pada anak. Foto: Shutter Stock

Salah satu jenis fobia yang sering dialami anak adalah ketinggian. Namun, bukan hal mudah untuk mengetahui si kecil mengalami fobia ketinggian atau tidak.

Mengutip BabyCenter, gejala umum fobia ketinggian adalah mual, muntah, dan keringat dingin, yang biasanya baru muncul 1-2 jam setelah tiba di ketinggian yang lebih tinggi. Gejala tersebut akan semakin menguat sekitar 8 hingga 36 jam kemudian.

Selain itu, anak yang mengalami fobia ketinggian kerap menunjukkan beberapa perubahan perilaku, seperti mudah tersinggung, kelelahan, sakit kepala, serta kesulitan makan dan tidur.

Bila anak sudah menunjukkan gejala, Anda tak bisa tinggal diam saja, Moms. Sebab, jika dibiarkan begitu saja, maka akan menciptakan paranoid baru untuk anak.

Ilustrasi anak takut. Foto: Shutter Stock

Menurut Psikolog Klinis di Child Mind Institute, New York, Stephanie Schwartz, membiarkan anak merasa takut, khawatir, ataupun cemas dengan lingkungan sekitar boleh saja dilakukan. Namun, orang tua perlu melakukan berbagai cara untuk mengatasi rasa takut dan gejala yang dialami anak.

“Biarkan anak Anda paham bahwa mereka merasa khawatir, tetapi Anda akan melakukan Y dan Z untuk mengatasinya,” ujar Schwartz seperti dikutip dari Today’s Parent.

Lantas, apa yang bisa orang tua lakukan bila anak menunjukkan tanda-tanda fobia ketinggian?

kumparan post embed

Yang Bisa Dilakukan Orang Tua saat Anak Tunjukkan Gejala Fobia Ketinggian

  • Jika anak Anda sangat takut melihat ketinggian, cobalah untuk membawanya ke tempat yang lebih rendah agar dapat menyesuaikan diri secara bertahap.

  • Minum air putih yang banyak agar tetap terhidrasi dengan baik. Hal ini dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang dikeluarkan lewat muntahan.

  • Berikan parasetamol atau ibuprofen bila mengalami sakit kepala akibat tekanan yang dirasakan oleh anak.

  • Ajari si kecil teknik tarik napas dalam agar mendapatkan pasokan oksigen.

  • Bila terdapat ruam-ruam biru disertai kesulitan bernapas pada anak, segera bawa ke unit gawat darurat rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.