Tips Hindari Epidural saat Melahirkan

Rasa sakit saat melahirkan mungkin jadi bayang-bayang menakutkan bagi setiap ibu. Apalagi hal ini bisa diperparah saat Anda mendengar cerita orang lain.
Adapun salah satu metode untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri selama persalinan normal yaitu dengan anestesi epidural. Apa itu? Bius lokal untuk meredam rasa nyeri dari pinggang ke bawah, Moms.
Jadi, anestesi epidural tersebut akan disuntikkan pada daerah tulang belakang. Cara kerjanya yakni dengan melumpuhkan saraf yang memberi respons rasa nyeri untuk sementara waktu. Hasilnya, rasa sakit saat bersalin pun jadi minim dan Anda tetap bisa melanjutkan persalinan normal. Tapi perlu diingat, epidural tidak menghilangkan rasa nyeri menjadi nol, Moms.
Di samping itu, epidural juga memiliki kekurangan. Anda tetap harus merasakan kontraksi karena epidural baru diberikan saat pembukaan 5 atau 6, lalu pada beberapa kasus kontraksi juga terganggu.
“Yang harus diwaspadai adalah kontraksi rahim bisa terganggu karena epidural, sehingga proses persalinan jadi lebih lama,” ujar dr N.B. Donny A.M. Sp.OG, dokter spesialis kandungan di RS Hermina Kemayoran, Jakarta, saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, epidural merupakan pilihan atau bukan sesuatu yang wajib saat proses melahirkan, Moms. Lantas bagaimana bila Anda tetap ingin merasakan persalinan normal yang lancar, minim rasa sakit namun tidak menggunakan epidural?
Dilansir dari Bidan Kita, berikut caranya:
1. Persiapkan Diri
Sebelum melahirkan pastikan Anda sudah mendapat banyak informasi mengenai proses persalinan, dan sebaiknya juga mengikuti kelas persiapan persalinan. Hal ini penting dilakukan agar Anda punya gambaran mengenai yang akan dihadapi saat proses persalinan nanti dan tahu cara mengatasinya.
Sementara menjelang kelahiran nanti, pastikan juga mental, tubuh, dan ilmu Anda sudah siap. Sebab itu semua merupakan kunci melahirkan yang lancar, nyaman dan minim intervensi. Mempersiapkan diri secara matang juga membuat tubuh Anda lebih siap dan tenang saat menjalani proses persalinan.
2. Buat Lingkungan Menjadi Nyaman
Moms, bila Anda berencana melahirkan di rumah sakit atau di tempat asing, mungkin rasa tidak nyaman itu hadir. Karenanya buatlah suasana ruangan menjadi lebih nyaman atau serasa di rumah, caranya dengan membawa beberapa peralatan atau perlengkapan dari rumah, misalnya: bantal, guling, selimut, hingga aromaterapi. Pastikan juga pendamping Anda mengetahui yang Anda mau agar bisa membantu Anda lebih nyaman.
3. Percayai Tubuh
Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu kunci melahirkan lancar, nyaman dan minim intervensi adalah dengan menyiapkan tubuh serta mempercayainya. Maka dari itu, Anda harus mendengarkan tubuh karena dapat memberikan berbagai macam informasi untuk membantu Anda. Jadi yang Anda perlukan adalah peka dan ikuti ritme tubuh, seperti bergerak, jongkok, dan sebagainya.
4. Manfaatkan Jasa Doula
Doula merupakan sebutan untuk pendamping persalinan non-medis calon ibu.
"Doula itu seorang perempuan yang memberikan support secara continuity kepada ibu saat masa melahirkan dan sesudah melahirkan. Support-nya tidak medical, tapi lebih kepada psikologi, spiritual, fisikal dan emosional. Tidak secara medical," ujar Ashtra Ashri Dymach, doula sekaligus pendiri komunitas Halo Ibu, beberapa waktu lalu.
Beberapa studi mengatakan bahwa mempekerjakan seorang doula professional dapat mengurangi kesempatan untuk mendapatkan epidural hingga 60 persen.
5. Coba Hindari Induksi
Salah satu risiko dari diinduksi, maka Anda akan mengalami kontraksi yang lebih kuat dan lama. Kadang kala hal ini membuat ibu menjadi sulit untuk mengatasinya tanpa diberi penghilang rasa sakit. Adapun dalam proses persalinan, seringkali bila sudah mendapat intervensi yang satu maka akan mengarah ke intervensi lainnya.
6. Edukasi Pendamping
Mengedukasi pendamping juga penting dilakukan, lho. Kenapa? Karena pada saat melahirkan, tentu Anda akan fokus pada proses persalinan sehingga tidak bisa mengurusi hal lain. Untuk itu pastikan pendamping Anda tahu yang Anda mau dan butuhkan.
7. Pergi ke Rumah Sakit di Saat yang Tepat
Datanglah ke rumah sakit di saat yang tepat, artinya tidak terlalu cepat atau terlambat. Pasalnya berada di tempat asing seperti rumah sakit dapat membuat hormon oksitosin menjadi menurun. Apa efeknya? Kemungkinan proses persalinan justru melambat atau bahkan macet. Artinya juga kemungkinkan Anda bisa mendapatkan berbagai intervensi seperti induksi atau epidural lebih besar.
