Kumparan Logo

Tips Membentuk Kepribadian Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Makistock/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Makistock/Shutterstock

Setiap anak dilahirkan dengan keunikan berbeda-beda, termasuk dalam hal kepribadian. Sebab, kepribadian seorang anak dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya faktor lingkungan.

Perlu dipahami, Moms, kepribadian atau perilaku yang dimiliki anak akan berdampak pada kehidupan di masa depan, termasuk dalam hal berpikir, mengelola emosi, dan melakukan tindakan.

Ilustrasi ibu dan anak bersama. Foto: maroke/Shutterstock

Oleh karena itu, orang tua perlu memahami atau mengenali karakter dan kepribadian anak sedini mungkin. Untuk mengenali dan membentuk kepribadian anak, Anda bisa melakukan berbagai cara berikut ini seperti dikutip dari Mom Junction.

13 Cara Membentuk Kepribadian Anak

1. Hindari pelabelan

Anak-anak mudah terpengaruh dengan kata-kata yang digunakan orang tua untuk menggambarkan karakter atau lingkungan di sekitarnya. Misalnya, memberi label ‘anak malas’ atau ‘anak ceroboh’.

Label itu kemungkinan akan selalu diingat dan membuat si kecil sulit berkembang. Oleh karena itu, cobalah untuk gunakan kata-kata atau komentar positif saat mengoreksi perilaku anak.

2. Perhatikan dan dengarkan

Saat memelajari hal-hal baru dan ingin membagikan ke orang lain, anak-anak cenderung mencari perhatian. Mereka akan mengekspresikan kesenangannya dengan terus menerus berbicara atau mengajukan pertanyaan.

Bila demikian, anak harus diberi perhatian khusus, Moms. Misalnya saja, medengarkan mereka tanpa memotongnya. Dengan begitu, Anda akan lebih paham maksud dan tujuan si kecil.

Ilustrasi anak dan ibu bercerita. Foto: Shutter Stock

3. Jadikan panutan

Untuk membentuk perilaku baik pada anak, cobalah untuk tunjukkan perilaku yang positif dan bermoral. Ya Moms, sejatinya, anak-anak adalah peniru yang setia, apalagi pada orang tua. Beberapa hal positif yang bisa dilakukan, yaitu bersikap sopan, jujur, dan suka membantu.

4. Dorong waktu untuk bermain

Bermain merupakan salah satu aktivitas yang disukai anak-anak. Maka dari itu, cobalah untuk membuat permainan yang dapat meningkatkan keterampilan sosial anak. Di samping itu, cobalah dorong si kecil untuk berinteraksi atau berteman dengan anak-anak sebayanya. Misalnya saja, main sepeda bersama.

5. Hindari penggunaan gadget berlebihan

Sejatinya, anak-anak suka menjelajahi apa yang ada di internet. Namun, bisa saja informasi yang diterimanya tidak sesuai atau tidak berguna. Dengan demikian, sebaiknya Anda membatasi waktu anak bermain gadget seperti bermain game, menonton youtube, atau menggunakan media sosial. Sebab, media sosial dapat memengaruhi pembentukan karakter, mental, dan emosional anak.

anak main gadget Foto: Shutterstock

6. Tetapkan aturan

Moms, perlu dipahami bahwa aturan tidak selalu tentang membatasi aktivitas atau kegiatan seseorang, termasuk anak-anak. Tetapi, aturan dibuat agar anak mengetahui batasan moral dan tanggungjawab yang perlu dilakukan. Aturan juga dibuat agar anak menjauhi perilaku buruk.

7. Ciptakan rasa kemandirian

Orang tua cenderung membantu si kecil saat melakukan berbagai hal, termasuk tugas sekolah. Namun, tanpa disadari, hal itu dapat membatasi kreativitas dan individualitas mereka. Oleh karena itu, cobalah untuk biarkan anak melakukannya secara mandiri. Misalnya, saat menyisir rambut, mengemas tas sekolah, atau memilih pakaian yang hendak dikenakan. Dengan cara seperti itu, anak-anak dapat mengembangkan rasa tanggung jawab dan kemandiriannya.

8. Hindari kekerasan fisik saat mengasuh anak

Hindari bersikap kasar pada anak, Moms. Karena, cara seperti itu bisa memengaruhi hubungan Anda dan si kecil. Bersikap kasar pun dinilai dapat membatasi perkembangan kepribadian anak.

9. Olahraga

Olahraga memiliki sejumlah manfaat untuk anak, seperti menjaga anak agar tetap bugar secara fisik, menghilangkan stres, dan bantu membangun karakter anak untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Olahraga untuk anak. Foto: Shutter Stock

10. Tanamkan pola pikir yang positif

Mengajari anak untuk berpikir positif dalam situasi apa pun adalah hal yang penting. Berpikir positif dapat membantu anak untuk mengatasi stres dan tantangan yang akan dihadapi.

11. Tetapkan tujuan

Saat hendak melakukan sesuatu, cobalah ajari si kecil untuk menetapkan tujuan apa yang akan dicapai. Sebab, bila anak tidak mengetahui tujuan yang hendak dicapai, maka motivasi untuk melakukannya akan berkurang.

12. Ajari mengekspresikan diri

Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan nyaman mengekspresikan diri dan terkadang melakukannya secara agresif. Oleh karena itu, cobalah ajari anak untuk mengekspresikan, mengendalikan, dan mengelola emosinya.

13. Perkenalkan hobi

Saat usia kanak-kanak, tampaknya si kecil menyukai semua hal yang baru pertama kali dilakukan. Wajar Moms, sebab, pada usia tersebut anak-anak sedang mencari minatnya masing-masing.

Orang tua juga bisa mengenalkan berbagai jenis kegiatan, seperti memancing, memasak, atau berbagai kegiatan olahraga lainnya. Dengan cara seperti itu, Anda bisa mengetahui apa yang menjadi daya tarik dan minat si kecil.

kumparan post embed