Kumparan Logo

Tips Mendandani Anak di Hari Kartini

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lomba baju adat Hari Kartini. (Foto: ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Lomba baju adat Hari Kartini. (Foto: ANTARA)

Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April selalu dimeriahkan dengan lomba baju adat anak-anak. Menjelang Hari Kartini, mungkin kini Anda tengah sibuk mempersiapkan kostum adat terbaik untuk dikenakan si kecil. Apalagi jika Anda memiliki anak perempuan. Selain harus menyiapkan baju adatnya, Anda juga harus membuatnya tampil lebih cerah dengan polesan makeup.

Nah Moms, sebelum mendandani anak dengan ini-itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Salah satu yang terpenting adalah mendahulukan kenyamanan anak di atas segalanya.

Untuk itu, kumparanMOM (kumparan.com) punya beberapa tips mendandani anak yang bisa Anda terapkan di Hari Kartini nanti:

1. Pilih waktu mendadani yang ramah anak

Pastikan anak tidak didandani terlalu lama hingga membuat anak lelah atau bosan. Alih-alih senang, ini akan membuat anak merasa terbebani dan bisa saja merusak semangatnya sepanjang hari ini.

Hindari juga mendadani anak terlalu pagi. Membangunkan anak jam 4 pagi untuk didandani di salon misalnya. Bisa-bisa anak kurang istirahat atau jadi kelelahan.

Kalau riasan atau kostum yang akan dipakai si anak membutuhkan waktu begitu lama untuk dipakai atau dikerjakan, mungkin ini tanda Anda memilihkan kostum yang berlebihan untuk anak.

2. Jangan gunakan makeup terlalu tebal

Makeup untuk anak.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Makeup untuk anak. (Foto: Thinkstock)

Membuat anak tampil cantik bukan berarti harus mendandaninya menor dengan riasan wajah super tebal. Ingat Moms, bahwa produk makeup mengandung bahan-bahan kimia. Beberapa bahan kimia tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi atau iritasi pada kulit orang dewasa yang sensitif.

Kalau orang dewasa saja bisa terkena reaksinya, apalagi kulit anak yang cenderung lebih sensitif? Belum lagi rasa tidak nyaman yang mungkin akan dirasakan anak.

Oleh karena itu, riaslah wajah anak dengan makeup senatural mungkin. Oleskan foundation tipis-tipis, setelah itu lapisi dengan bedak. Anda bisa menambahkan eye shadow dan alis untuk membuat tampilan matanya lebih cerah. Tambahkan juga lip gloss atau lipstick warna cerah dan blush on tipis-tipis saja di pipinya.

Meski tidak menggunakan makeup tebal, segera bersihkan wajah anak dengan seksama setelah selesai acara. Hal tersebut penting untuk mengantisipasi timbulnya iritasi.

3. Tak perlu pakai eyeliner dan bulu mata palsu

Makeup untuk anak.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Makeup untuk anak. (Foto: Thinkstock)

Mengaplikasikan eyeliner ke mata bukanlah hal yang mudah. Alih-alih membuat matanya terlihat lebih tajam, goresan eyeliner di sekitar mata justru bisa berantakan dan berpotensi menyakiti mata anak kalau ia tak tenang saat dirias.

Penggunaan bulu mata palsu juga sebaiknya dihindari. Hal tersebut bisa membuat mata anak tidak nyaman karena harus menahan beban bulu mata palsu. Kasihan, kan?

4. Pilih bahan yang menyerap keringat

Lomba baju adat Hari Kartini. (Foto: ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Lomba baju adat Hari Kartini. (Foto: ANTARA)

Pemilihan bahan baju adat penting untuk diperhatikan, Moms. Sebisa mungkin pilihlah bahan yang menyerap keringat dan tidak gatal jika bersentuhan dengan kulit si kecil. Jika anak terpaksa harus mengenakan baju dengan bahan kurang nyaman, sebaiknya gunakan kaus dalaman yang meneyerap keringat sebelum memakai baju adat.

5. Tata rambut sewajarnya

Menyisiri rambut anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Menyisiri rambut anak. (Foto: Thinkstock)

Selain riasan wajah, untuk menyempurnakan penampilan anak di Hari Kartini, Anda biasanya juga menata rambutnya dengan menambahkan konde atau aksesori rambut lainnya.

Boleh-boleh saja Anda menambahkan riasan di kepala anak dengan aksesori tersebut. Tapi ingat Moms, dahulukan kenyamanan si kecil di atas segalanya, ya.

Jangan sampai aksesori tersebut justru menyakiti kepala anak. Pakaikan yang wajar-wajar saja, seperti memakaikan anak konde kecil yang sesuai ukuran kepalanya, sehingga tidak berat dan nyaman digunakan.

Di atas perayaan baju adat tersebut, Anda juga harus menanamkan pesan ke anak, bahwa ada makna lebih dalam dari peringatan Hari Kartini. Salah satunya adalah mengenal sosok Ibu Kartini yang gemar membaca, selalu ingin belajar dan membantu orang lain.

Sampaikan pada anak bahwa perayaan Hari Kartini bukanlah soal kompetisi. Sehingga, anak tak perlu menangis, apalagi sampai ngambek, jika tak menang lomba baju adat di Hari Kartini.