Kumparan Logo

/Tips Mengurangi Risiko saat Anak Dibonceng Motor, Jangan Abaikan Hal Ini

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock

Membonceng anak dengan sepeda motor memang terkadang sulit dihindari. Namun, orang tua perlu melakukan berbagai langkah mitigasi agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan perjalanan menjadi lebih aman bagi anak.

Praktisi Keselamatan Berkendara, Jusri Pulubuhu, membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membonceng anak dengan sepeda motor.

Tips Membonceng Anak dengan Motor agar Lebih Aman

1. Pastikan pengendara dan kendaraan dalam kondisi siap

Sebelum membawa anak, pastikan pengemudi memiliki SIM, mampu mengendarai motor dengan baik, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.

Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock

“Pastikan dia menggunakan safety gear, dengan catatan si pengemudi sudah menggunakan sudah lengkap ya. Punya SIM, kita asumsikan sudah skillfull lengkap kondisi kendaraan lengkap, parameter kendaraan light dioperasikan,” ujar Jusri saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (15/7).

2. Lengkapi anak dengan perlengkapan berkendara

Anak juga perlu menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm yang sesuai dengan ukuran kepala agar dapat memberikan perlindungan optimal selama perjalanan.

3. Perhatikan posisi duduk anak

ibu memasang helm anak untuk naik motor Foto: Shutterstock

Anak sebaiknya duduk di belakang pengendara dan mampu memeluk pinggang atau perut pengemudi agar tubuhnya tetap stabil. Selain itu, kaki anak harus sudah bisa menapak pada pijakan kaki (footstep).

“Kalau si anak kakinya nggak sampai (pijakan kaki), dia jangan dibawa. Sama kalau kita nggak punya SIM jangan bawa motor jadi sama analoginya,” tegasnya.

4. Pilih waktu dan rute yang lebih aman

Sebisa mungkin hindari berkendara pada jam sibuk, malam hari, atau saat hujan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Jika memungkinkan, pilih rute yang lebih lengang meski jaraknya sedikit lebih jauh agar perjalanan lebih aman.

5. Selalu berkendara secara antisipatif

Jusri mengingatkan pengendara untuk terus mengamati kondisi lalu lintas dari depan, belakang, kanan, dan kiri selama perjalanan. Menurutnya, banyak kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan pengendara sendiri, melainkan akibat kelalaian pengguna jalan lain. Karena itu, kewaspadaan menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga keselamatan anak saat dibonceng motor.

ilustrasi orang tua memboncengkan anak di motor. Foto: Shutterstock

“360 derajat dia harus terus diawasi karena banyak kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan si pengemudi tapi karena kelalaian orang lain,” pungkasnya.

kumparan post embed