kumparan
Mom25 September 2018 11:17

Tips Menyimpan ASI Perah di Kantung Plastik

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi ASI Perah
Ilustrasi ASI Perah (Foto: Shutter Stock )
Saat ibu menyusui banyak melakukan aktivitas di luar rumah, memberikan ASI perah tentu bisa menjadi salah satu solusi agar kebutuhan nutrisi bayi dapat tetap terpenuhi. Menyimpannya dengan benar juga menjadi kunci agar ASI perah (ASIP) bisa bertahan lama dan layak dikonsumsi bayi.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa wadah yang bisa ibu gunakan untuk menyimpan ASI perah. Misalnya saja, botol kaca, botol plastik maupun kantung plastik khusus ASI perah. Kantung plastik khusus ASIP biasanya dipilih karena praktis dan tidak berat, sehingga mudah dibawa saat bepergian.
Nah Moms, jika Anda juga memilih menyimpan ASIP di kantung plastik, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:
1. Gunakan plastik khusus ASIP yang bebas BPA
ASI Perah
ASI Perah (Foto: Shutterstock)
Pilihlah plastik khusus untuk menyimpan ASI perah dengan bahan bebas biphenol-A (BPA). Meski biasanya lebih mahal daripada harga plastik pada umumnya, plastik bebas BPA ini aman digunakan untuk bayi. Perlu diketahui, BPA adalah zat kimia sintetis berbahaya yang mudah terlepas saat plastik itu diisi bahan makanan panas. Plastik khusus untuk menyimpan ASI perah ini merupakan plastik sekali pakai, sehinga Anda tidak boleh menggunakannya berulang kali.
ADVERTISEMENT
Jangan pernah sekali-kali menggunakan kantung plastik kiloan untuk menyimpan ASI perah. Jenis plastik seperti itu dikhawatirkan mengandung BPA sehingga tidak aman jikan digunakan oleh bayi. Selain itu plastik kiloan juga tidak direkomendasikan sebagai wadah ASIP karena mudah bocor, robek dan rentan terkontaminasi.
2. Carilah kantung plastik khusus ASIP yang tidak mudah bocor
ASI perah di dalam kulkas.
ASI perah di dalam kulkas. (Foto: Thinkstock)
Salah satu kelemahan menyimpan ASI perah di dalam kantung plastik adalah mudah bocor. Untuk itu, Anda perlu benar-benar memastikan bahwa plastik yang Anda gunakan tebal sehingga tidak mudah bocor.
Selain itu pilihlah kantung plastik ASI perah dengan double ziplock atau perekat ganda. Kantung ASIP dengan double ziplock lebih menjamin keamanan ASI perah agar tidak tumpah. Setelah selesai memasukkan ASIP ke dalam plastik, jangan lupa untuk selalu merekatkan ziplock-nya dengan sempurna, Moms.
ADVERTISEMENT
3. Pilihlah Ukuran Kantung Plastik ASIP yang Sesuai
Menyimpan ASI Perah di Freezer
Menyimpan ASI Perah di Freezer (Foto: Shutterstock)
Ada beberapa ukuran kantung plastik ASI perah yang bisa ibu pilih. Misalnya saja ukuran 100 ml, 120 ml, 180 ml, atau bahkan 240 ml. Dari berbagai macam ukuran itu, ibu bisa memilih ukuran kantung plastik ASIP yang sekiranya mendekati takaran bayi sekali menyusu.
Misalnya, jika bayi sekali menyusu menghabiskan 90 ml ASIP, ibu bisa memilih ukuran kantung ASIP ukuran 100 ml. Menentukan ukuran kantung plastik ASIP bisa menjadi cara yang efisien, sehingga Anda bisa langsung membuang kantung ASIP setelah menuang seluruh isinya ke media yang digunakan bayi untuk minum ASIP. Sisakan juga rongga paling tidak sekitar 2-5 cm dari ziplock atau perekat sehingga masih ada ruang untuk penggelembungan ketika dibekukan.
ADVERTISEMENT
Jangan pernah membekukan kembali ASI perah yang sudah dicairkan dari dalam freezer saat bayi tidak habis menyusu. Membekukan kembali ASIP yang sudah cair bisa merusak kandungan di dalam ASI, Moms.
4. Menyimpan ASIP dengan posisi horizontal di dalam freezer
Ilustrasi ASI Perah
Ilustrasi ASI Perah (Foto: Shutter Stock )
Anda meletakkan ASI perah di dalam freezer dengan dua cara, yaitu vertikal atau horizontal. Jika Anda memiliki stok ASIP yang melimpah, Anda lebih baik menyimpan ASI perah dengan posisi horizontal. Dengan meletakkan ASIP di posisi horizontal, maka Anda bisa menghemat ruang sehingga lebih banyak ASIP yang bisa disimpan di dalam freezer.
Meski demikian, posisi ini punya kelemahan yaitu Anda tidak bisa mengetahui ukuran pasti ASIP saat sudah dibekukan. Sebagai solusi, jangan lupa untuk selalu menuliskan volume ASIP yang ada pada tiap kantung, Moms.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan