Kumparan Logo

Tips Merawat Rambut untuk Ibu Menyusui

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perawatan Rambut Ibu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perawatan Rambut Ibu. Foto: Shutter Stock

Memasuki fase menyusui, banyak ibu mengalami perubahan signifikan pada kondisi rambut. Ya, Moms, hal ini terjadi karena kadar hormon estrogen yang tinggi pada ibu hamil membuat rambut terlihat lebih lebat dan jarang rontok.

Namun begitu setelah melahirkan dan memasuki masa menyusui, perubahan hormon membuat rambut memasuki fase istirahat, yang kemudian terjadi kerontokan lebih banyak daripada biasanya. Dikutip dari laman WebMD, kondisi ini disebut sebagai shedding pasca persalinan.

Moms, meski perubahan ini terasa mengkhawatirkan, kenyataannya kerontokan rambut pascapersalinan ini adalah hal yang normal dan bersifat sementara. Karena pada saat hormon kembali ke tingkat normal, kondisi rambut umumnya akan membaik seperti semula.

Namun, untuk mencegah kerontokan berkepanjangan, terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui agar rambut tetap sehat tanpa mengabaikan kenyamanan dan keamanan dalam masa menyusui.

4 Cara Merawat Rambut bagi Ibu Menyusui

Ilustrasi Perawatan Rambut Ibu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perawatan Rambut Ibu. Foto: Shutter Stock
  1. Pilih produk rambut yang lembut dan aman

    Karena hormon berubah dan rambut bisa menjadi lebih tipis atau mudah rontok, pilih shampo dan kondisioner yang ringan, bebas sulfat keras, serta diformulasikan untuk rambut rontok atau tipis. Hindari perawatan kimia berat seperti pewarna atau pelurus yang bisa memperparah kerontokan.

  2. Perhatikan nutrisi dan hidrasi

    Kondisi rambut sangat dipengaruhi oleh keseimbangan nutrisi. Ibu menyusui membutuhkan asupan protein yang cukup, zat besi, serta lemak sehat. Dehidrasi juga bisa mempengaruhi kondisi akar rambut.

  3. Rutinitas perawatan dan gaya rambut yang ramah folikel

    Hindari mengikat rambut terlalu kencang atau memakai gaya yang menarik akar rambut secara terus‑menerus. Gunakan sisir bergigi jarang saat menyisir setelah keramas agar tidak menarik rambut basah secara kasar. Selain itu, kurangi penggunaan alat pemanas tinggi seperti hair dryer atau catokan agar tidak membuat rambut makin rapuh.

  4. Sabar dan pantau perkembangan

    Kerontokan rambut akibat perubahan hormon setelah persalinan paling sering terjadi sekitar 3–4 bulan setelah melahirkan. Proses pemulihan hingga rambut kembali normal bisa memakan waktu hingga 6‑12 bulan. Namun, jika kerontokan terus berlanjut lebih dari 12 bulan atau disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem, sebaiknya konsultasikan ke dokter, ya, Moms. Hal ini untuk memastikan tidak ada kondisi seperti anemia atau gangguan tiroid.