Kumparan Logo

Tips Mudik Nyaman Bersama Anak dengan KST, Apa Maksudnya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keluarga mudik. Foto: Odua Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga mudik. Foto: Odua Images/Shutterstock

Mudik sambil membawa anak memerlukan persiapan yang matang agar ia nyaman melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman. Kekhawatiran si kecil akan bosan, menangis atau bahkan rewel pun juga harus diantisipasi sehingga perjalanan mudik, baik dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum, tidak sampai terhambat.

Nah Moms, mungkin terlihat sepele, tapi membuat rencana perjalanan akan sangat membantu Anda yang akan bepergian jauh sambil membawa anak. Menurut Inisiator SafeKids Indonesia Wahyu Setyawan atau akrab disapa Paman Billie, rencana perjalanan bisa memuat tujuan perjalanan, ingin berhenti untuk beristirahat di mana saja, kebutuhan anak dan bayi yang perlu disiapkan dan lainnya. Yang terpenting adalah kebutuhan untuk membuat anak-anak nyaman saat di jalan.

"Kebutuhan anak, anak nyusu ASI, anak makan, kebutuhan anak harus diutamakan. Terus membawa peralatan yang dibutuhkan, berapa banyak yang ikut di perjalanan, siapa ada yang nebeng mungkin. Kan dipilih mana yang paling aman dan nyaman bagi pengemudi yang konsentrasi masih full. Untuk penumpang yang anak-anak kalau bisa masuk kendaraan itu dia pas waktunya istirahat, jadi dia enggak rewel," kata Paman Billie dalam live Instagram di akun SafeKids Indonesia beberapa waktu lalu.

Paman Billie menjelaskan, meski tidak akan 100 persen berhasil, namun adanya daftar rencana perjalanan ini dapat membantu orang tua untuk persiapan lebih awal. Sehingga, jika terjadi sesuatu pada anak, Anda tidak panik karena sudah direncanakan terlebih dahulu.

Ilustrasi mudik asyik bersama keluargaa Foto: Shutterstock

Selain itu, Paman Billie juga membagikan beberapa tips mudik aman dan nyaman saat membawa anak dengan istilah KST. Apa maksudnya, ya?

Tips Mudik Bersama Anak dengan Istilah KST

Perlu dipahami bahwa KST adalah singkatan dari kenyang, senang dan tenang. Ya Moms, Paman Billie mengungkapkan mudik akan lebih baik dan lancar ketika anak kenyang, senang dan tenang. Ia menyarankan sebelum berangkat, ada baiknya anak dalam kondisi kenyang sehingga ia tak perlu rewel karena kelaparan.

"Kenyang jangan sampai kelaparan. Boleh makan dulu baru berangkat atau bawa cemilan di dalam kendaraan supaya anak juga bisa makan dan minum. Anak-anak kalau bisa kenyang atau malah mereka jangan terlalu kekenyangan nanti rewel," jelas Paman Billie.

Selanjutnya adalah senang yaitu bagaimana menciptakan suasana perjalanan yang menyenangkan agar anak tidak bosan. Bisa dengan menyiapkan tas kecil yang berisi mainan atau menyiapkan playlist lagu-lagu kesukaannya. Bisa juga dengan mengajak si kecil melihat pemandangan di luar dan memintanya untuk mencari sesuatu yang Anda perintahkan. Misalnya, carikan tulisan yang ada di badan mobil atau kerbau di sawah.

Ilustrasi keluarga mudik. Foto: Odua Images/Shutterstock

"Senang bagaimana menciptakan atmosfer yang menyenangkan. Misalnya musik, nyanyi, road trip, main games. Browsing aja banyak mainan yang bisa dimainkan dan seru. Terus membawa buku anak atau mainan anak, tapi mainannya jangan yang keras dan tajam, karena pas mobil ngerem bahaya," ujarnya.

Dan terakhir adalah tenang, yang menurutnya pengendara maupun penumpangnya dalam keadaan sehat dan mampu melakukan perjalanan. Agar perjalanan tenang, harus dipastikan juga kondisi kendaraan layak jalan dan aman sehingga meminimalisir risiko kecelakaan.

"Tenang itu caranya gimana? Kondisi mobil fit, sopir dan penumpang fit, sehat dan fit itu beda ya. Sehat berarti enggak sakit. Fit itu tidak stres, tidak banyak pikiran, tidak banyak gangguan. Mobilnya dicek dulu di bengkel, kalau enggak sempat cek sendiri paling enggak yang standar oli, ban, remnya sudah bagus. Peralatan darurat di mobil, dongkrak, dan lainnya harus siap itu fit kendaraannya," tutur Paman Billie.

Anda juga dapat mengingatkan pengendara, baik itu sopir atau suami yang menyetir, untuk memberitahu apabila lelah dan ingin istirahat. Menurut Paman Billie, setiap dua jam perjalanan setidaknya bisa istirahat singkat 10-15 menit. Dan apabila perjalanan sudah lebih dari 8 jam, sebaiknya berhenti dulu lebih lama atau bermalam sebelum melanjutkan perjalanan.

kumparan post embed