Kumparan Logo

Tips Olahraga Aman untuk Orang Obesitas

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock

Banyak orang masih beranggapan bahwa olahraga yang efektif harus dilakukan dalam waktu lama dan dengan intensitas tinggi. Di sisi lain, bagi orang yang mengalami obesitas, olahraga sering terasa berat, bahkan menakutkan. Ada yang khawatir sendi akan nyeri, lutut terasa sakit, atau justru cedera.

Namun menurut menurut Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, olahraga tetap penting dan sangat dianjurkan, asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Olahraga untuk Orang Obesitas Tidak Perlu Lama, Asal Ritmik

Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, dalam acara Health Talk by Halodoc. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Tak perlu lari atau olahraga intens, cukup aktivitas ringan seperti jalan di tempat atau bersepeda statis, asalkan ritmik dan rutin, manfaatnya akan terasa.

Ya, Moms, prinsip utama olahraga bagi orang dengan obesitas adalah ritmik atau berkelanjutan. Artinya, aktivitas fisik dilakukan secara stabil, tanpa terlalu sering berhenti atau melambat.

“15 menit itu sih cukup. Jogging, jalan, boleh. Tapi bukan jalan-jalan. Kalau jalan-jalan kan sebentar berhenti, sebentar berhenti gitu kan ya,” ujar dr. Waluyo dalam acara Health Talk by Halodoc Peluncuran Klinik Digital Halofit, di Jakarta Pusat, Rabu (15/10).

Selain itu, latihan beban ringan sangat direkomendasikan terutama bagi mereka yang sudah mengalami komplikasi pada sendi seperti lutut.

Ilustrasi olahraga orang dengan obesitas. Foto: Shutterstock

Konsistensi Olahraga Lebih Penting dari Durasi

Meskipun hanya 15 menit, jika dilakukan secara rutin, olahraga tetap memberi dampak signifikan bagi kesehatan. Idealnya, olahraga dilakukan setiap hari, namun minimal tiga kali seminggu pun sudah baik sebagai langkah awal.

“Kalau kita bisa lakukan tiap hari lebih bagus, tapi minimal seminggu tiga kali,” ungkapnya.

Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga teratur juga berperan besar dalam mengontrol gula darah, tekanan darah, kolesterol, serta mengurangi risiko komplikasi metabolik lainnya seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

kumparan post embed