Kumparan Logo

Tips Pilih Camilan Sehat untuk Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak makan camilan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak makan camilan Foto: Shutterstock

Camilan bisa menjadi bagian penting dari asupan harian anak untuk membantu memenuhi kebutuhan energi mereka. Ya Moms, oleh sebab itu jangan asal memberikan camilan untuk anak. Lebih baik, pilih camilan yang sehat dan juga bergizi.

Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan anak-anak yang lebih muda untuk makan tiga kali dan mengonsumsi camilan dua kali sehari. Sementara bagi anak yang lebih besar, setidaknya harus makan camilan satu kali sehari, selain makan tiga kali sehari.

kumparan post embed

Jika anak yang lebih besar sedang berolahraga atau sedang mengalami lonjakan pertumbuhan, maka mereka harus makan camilan dua kali sehari. Lantas, bagaimana sebaiknya memilih camilan yang sehat untuk anak? Berikut pemaparannya seperti yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Beberapa Tips Memilih Camilan yang Sehat untuk Anak

Ilustrasi camilan sehat untuk anak. Foto: Shutter Stock
  1. Sediakan camilan yang bergizi

Menurut IDAI, anak harus diberikan camilan yang bergizi, artinya yang mengandung karbohidrat, protein, lemak secara seimbang namun dengan porsi lebih kecil dibandingkan makanan utama. Contoh camilan tersebut misalnya bubur kacang hijau, sandwich keju, roti selai kacang, puding susu, lemper, risoles, pastel, dan makaroni panggang.

Kemudian, Anda juga dapat memberikan camilan dalam porsi-porsi kecil dengan tampilan yang menarik, agar anak tertarik untuk menyantapnya dan tidak membeli snack kemasan. Jika memang akan membelikan snack kemasan, lebih baik cermati komposisi bahan dan juga kandungan gulanya.

kumparan post embed
  1. Pastikan camilan aman untuk anak

Moms, pastikan bahwa camilan yang Anda sajikan telah aman, yakni bebas dari bahan tambahan pangan atau BTP yang berbahaya. BTP yang dilarang oleh BPOM adalah asam borat, asam salisilat, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, dan formalin.

Pewarna tekstil seperti Rhodamin B juga sering ditemukan pada kerupuk dan jajanan anak. Mengonsumsi makanan yang mengandung formalin atau rhodamin dapat menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh dan kanker.

Ilustrasi camilan sehat untuk anak. Foto: Shutter Stock
  1. Olah dan sajikan camilan secara higienis

Pastikan bahwa camilan yang Anda olah telah dilakukan secara higienis. Seperti peralatan masaknya yang bersih, dan juga bahan makanannya telah dicuci dengan benar.

Selain itu, Anda juga harus menyajikan camilan dengan higienis. Jadi jangan lupa untuk cuci tangan sebelum menyajikannya kepada anak. Dengan demikian, lebih baik buat camilan sendiri di rumah, daripada anak membeli camilan di luar.

  1. Jangan simpan camilan tidak bergizi di lemari atau kulkas

Ingat, jangan menyimpan makanan yang tidak bergizi di lemari atau kulkas. Ini supaya anak tidak dengan mudah melihat camilan-camilan tersebut. Sehingga simpan camilan yang tidak bergizi seperti keripik atau permen di tempat tersembunyi.

kumparan post embed
  1. Atur jumlah camilan yang dikonsumsi anak

Untuk anak yang obesitas, camilan juga merupakan sarana mengontrol asupan kalori sambil tetap mempertahankan rasa kenyang. Jadi, lebih baik berikan camilan berupa buah potong, bukan jus buah. Bila anak minum susu, berikan susu rendah lemak atau tanpa lemak untuk anak usia di atas 2 tahun.

  1. Jangan lupa minum air putih

Biasakan hanya minum air putih. Hindari kebiasaan minum minuman manis seperti teh manis, teh botol, susu kental manis, minuman berperisa, jus buah yang ditambah gula, dan minuman bersoda, Moms.