Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping

16 September 2021 15:49
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping (39596)
searchPerbesar
Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping Foto: Getty Images
Moms, pernah mendengar soal exclusive pumping atau biasa disingkat dengan eping? Eping merupakan suatu kondisi yang membuat ibu harus memberi ASI pada bayinya menggunakan media lain, seperti cup feeder, gelas sloki, pipet, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
Ya, eping menjadi jalan terakhir ibu untuk tetap memberikan nutrisi terbaik untuk bayinya karena tidak dapat menyusui secara langsung. Selain karena ibu bekerja, ada beberapa hal lain yang membuat ibu harus melakukan eping. Di antaranya: karena adanya masalah dalam pelekatan, kesehatan ibu, dan kesehatan bayi (bayi lahir prematur, misalnya). Dengan begitu, ibu harus rutin memompa ASI untuk menjaga produksinya dan tentunya demi memenuhi kebutuhan bayi.
Untuk itu, pemilihan pompa ASI juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk ibu yang melakukan eping. Sebab, dengan memiliki pompa ASI yang tepat, Anda bisa lebih nyaman, Moms. Berikut tips yang sudah kumparanMOM rangkum untuk Anda:

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Pompa ASI untuk Ibu yang Exclusive Pumping (Eping)

1. Pompa Elektrik
Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping (39597)
searchPerbesar
Ilustrasi memompa ASI perah. Foto: Shutterstock
Bila Anda adalah ibu bekerja yang memiliki jadwal yang begitu sibuk, memilih pompa elektrik dapat membantu memompa ASI perah menjadi lebih cepat. Pompa elektrik pun menggunakan daya listrik ataupun baterai untuk mengoperasikannya.
ADVERTISEMENT
Tinggal menekan tombol power on/off, pompa ASI pun akan bekerja memerah ASI. Bahkan, beberapa merek pompa elektrik bisa dual pump, yakni memerah ASI dari dua payudara secara langsung. Sehingga, ASI perah lebih cepat dan banyak didapat sekaligus menghemat waktu, Moms.
2. Pompa Manual
Jika harga pompa elektrik relatif mahal, ibu yang melakukan eping juga bisa menghasilkan ASI perah yang cukup menggunakan pompa manual, kok. Pompa manual adalah pilihan yang tepat bagi ibu yang cukup punya waktu luang.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kelebihannya terletak pada daya isap alat yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan penggunanya karena diatur oleh kekuatan tangan yang memompa. Selain itu, pompa manual juga mudah dibawa ke mana-mana karena tidak bergantung pada daya listrik.
ADVERTISEMENT
3. Pompa ASI Portable
Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping (39598)
searchPerbesar
Pompa ASI. Foto: Thinkstock
Tipe pompa ASI ini jadi jawaban bagi ibu eping yang ingin tetap mudah memompa ASI dengan pompa elektrik tapi tak ingin direpotkan karena harus mencari colokan listrik untuk mengoperasikannya. Selain itu, pompa ASI portable lebih ringan dan kecil sehingga mudah dibawa ke mana-mana.
4. Pilih Pompa yang Daya Isapan Menyerupai Pola Isap Bayi
Pompa elektrik dan pompa ASI portable biasanya mempunyai fitur/pilihan level kecepatan tarikan --seolah-olah itu daya isapan bayi. Ibu eping pun tinggal memilih kecepatan atau level daya tarikan tersebut yang menyerupai pola isap si kecil di rumah.
5. Pilih Pompa ASI yang Miliki Fitur Waktu (Timer)
Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping (39599)
searchPerbesar
Tips Pilih Pompa ASI untuk Eping. Foto: Shutterstock
Bila Anda memilih pompa elektrik atau portable, adanya fitur timer atau waktu ini sangat bermanfaat bagi ibu untuk mengetahui sejauh mana durasi ibu saat memompa. Umumnya, ibu disarankan untuk memompa selama 10-15 menit di tiap payudara.
ADVERTISEMENT
6. Pilih Pompa ASI dengan Baterai yang Tahan Lama
Jika ibu sering memerah ASI dan menggunakan pompa ASI portable, hal ini secara langsung dapat mengurangi daya tahan baterai tersebut. Beberapa merek mungkin hanya bisa bertahan selama 2-4 kali perah ASI. Untuk itu, pilihlah pompa ASI portable dengan rechargeable battery yang memiliki daya tahan baterai cukup lama.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020