Tips Pilih Wadah yang Tepat untuk Simpan ASI Perah
ยทwaktu baca 2 menit

ASI perah (ASIP) menjadi solusi agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi ketika ibu sedang tidak bersama si kecil. Biasanya, ibu akan menyimpan beberapa stok ASI di kulkas dan freezer ketika sedang berada jauh dari bayinya.
Nah Moms, wadah atau tempat khusus untuk menyimpan ASI perah perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga. Misalnya saja, Anda harus memastikan wadah terbuat dari bahan yang aman, bisa disimpan di kulkas, hingga tidak mudah bocor.
Lantas, seperti apa wadah yang tepat untuk menyimpan ASI perah? Berikut informasinya untuk Anda.
Wadah untuk Menyimpan ASI Perah
Dikutip dari Mayoclinic, ibu disarankan untuk menggunakan wadah kaca food grade yang bersih untuk menyimpan ASI perah. Penting juga untuk memastikan bahwa wadah memiliki tutup yang rapat.
Anda bisa menyimpan ASIP di botol beling yang banyak dijual untuk menampung ASI perah. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), sebaiknya hindari botol dengan simbol daur ulang nomor 7. Ini menunjukkan bahwa wadah mungkin terbuat dari plastik yang mengandung bahan kimia BPA dan dapat membahayakan kesehatan bayi.
Bila ingin menyimpan di botol plastik, pastikan saja, botol tersebut bebas BPA ya, Moms. Saat ini, sudah banyak kok, botol-botol plastik yang dirancang khusus untuk menyimpan ASIP dan ada keterangan ukurannya.
Anda juga bisa menyimpan ASIP di tempat plastik yang memang dirancang khusus untuk ASI perah. Sekali lagi, pastikan saja, plastik tersebut bebas BPA, Moms.
Isi setiap wadah dengan ASI yang dibutuhkan bayi untuk sekali menyusui. Ini bisa dimulai dengan ukuran 60 hingga 120 mililiter atau sesuai kebutuhan. Pertimbangkan juga untuk menyimpan porsi yang lebih kecil, sekitar 30 hingga 60 mililiter) untuk situasi yang tidak terduga, misalnya ketika bayi masih belum kenyang dengan porsi sebelumnya.
Saat menyimpan ASI, sebaiknya sisakan sekitar 2,5 cm ruang di bagian atas wadah karena ASI akan mengembang saat membeku. Sebab, wadah dari bahan kaca mungkin bisa pecah ketika ASI membeku apabila diisi terlalu penuh.
Selanjutnya, jangan lupa untuk selalu memberi label pada setiap kemasan ASI perah yang berisi tanggal keluarnya ASI. Ini dapat membantu ibu mengetahui sudah berapa lama ASI tersimpan di dalam kulkas atau freezer.
Bila ingin menyimpan ASI lebih dari 8 hari, letakkan ASI perah di bagian belakang freezer, di mana suhunya yang paling dingin. Hindari meletakkan ASI di pintu lemari es atau freezer, karena perubahan suhu ketika pintu terbuka dapat mempengaruhi kualitas ASI.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
