Kumparan Logo

Tips Pisahkan Anak yang Bertengkar Ala Teuku Wisnu

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Memisahkan Anak-anak yang Bertengkar Ala Teuku Wisnu. Foto: Instagram/@shireensungkar
zoom-in-whitePerbesar
Tips Memisahkan Anak-anak yang Bertengkar Ala Teuku Wisnu. Foto: Instagram/@shireensungkar

Meski biasa terjadi, tidak ada orang tua yang senang melihat anak bertengkar dengan saudaranya. Tapi perlu dipahami, konflik antar kakak-adik sebenarnya juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, lho. Ya Moms, ini dapat membantu anak memiliki kemampuan menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Hal ini juga dialami oleh Teuku Wisnu. Baru-baru ini, kedua anaknya, Adam dan Hawwa sempat bertengkar dan Wisnu pun harus turun tangan untuk mendamaikan mereka.

Momen Wisnu mencoba untuk menenangkan anak-anaknya pun diunggah ke laman Instagram pribadinya.

Saat Anak Teuku Wisnu Bertengkar

instagram embed

Dalam video tersebut, terlihat Wisnu sedang duduk di lantai menghadap ke Adam dan Hawwa. Wisnu pun mencoba memberikan pengertian pada kedua anaknya, agar mereka tidak membuat marah satu sama lain yang akhirnya akan membuat mereka saling menyakiti.

“Abang Adam jatuh (karena didorong Hawwa) sakit lalu marah. Akibatnya, abang Adam cubit Hawwa karena marah juga, akhirnya kalian berantem,” kata Wisnu pada kedua anaknya.

kumparan post embed

Wisnu paham jika Adam marah terhadap Hawwa, namun ia tetap tidak membenarkan jika Adam menyakiti sang adik. Sebagai orang tua, Wisnu terlihat tidak berusaha membela salah satu anaknya, baik yang benar maupun yang melakukan kesalahan.

Asiknya, Teuku Wisnu juga memberi tips untuk orang tua lainnya.

Cara Teuku Wisnu Memisahkan Anak-anak yang Bertengkar

Cara Teuku Wisnu Memisahkan Anak-anak yang Bertengkar Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

1. Jangan ikut terpancing emosi

Menurut Wisnu, biasanya saat anak-anak bertengkar, justru orang tua akan pusing dan ikut terpancing emosinya. Namun hal itu justru akan memperburuk keadaan.

Oleh karenanya, Wisnu pun menyarankan agar orang tua tetap tenang dan rileks. Meski demikian, Wisnu tetap mengakui bahwa hal itu sulit untuk dilakukan. Tapi, tidak salahnya mencoba ya, Moms.

2. Dengarkan cerita mereka

Ilustrasi orang tua mendengarkan curhatan anak. Foto: Shutter Stock

“Anak kalau berantem kalau nggak nangis, ya ngadu. Kita dengerin curhatannya biar lega baru kasih solusi,” kata Wisnu.

Menangis dan mengadu kepada orang tua kerap menjadi andalan anak-anak ketika bertengkar. Hal itu tidak buruk sama sekali. Justru, sebagai orang tua kita perlu mendengarkan penjelasan anak, mengapa mereka bertengkar, apa masalahnya, baru setelah itu berikan solusi terbaik untuk keduanya.

3. Jangan memihak salah satu anak

Ilustrasi kakak adik. Foto: Shutterstock

Wisnu mengaku berusaha untuk bersikap netral ketika anak-anaknya bertengkar. Ia tidak membela salah satu dari anaknya. Menurutnya, semua keputusan atau solusi yang dibuat harus adil berdasarkan sebab dan akibatnya.

“Nggak ada yang namanya membela Hawwa karna Adam harus ngalah sama adik. Atau bela Adam karena abang salah marah sama Hawwa. Harus adil semua porsi sebab dan akibat,” lanjut Wisnu.

Meski demikian, orang tua tetap harus memberi pengertian pada anak apa itu benar dan salah. Sehingga, anak akan belajar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sendiri di lain waktu.

kumparan post embed

4. Berikan nasihat dengan hati

Kembali lagi ke poin pertama, di mana orang tua jangan sampai terpancing emosi ketika anak-anak berkonflik. Apabila orang tua emosi, anak-anak justru akan merasa takut dan disalahkan ketika diajak untuk berdiskusi. Saat orang tua memberikan nasihat atau pengertian dengan tenang dan penuh kasih sayang, maka mereka juga akan menerima nasihatnya dengan senang hati.

5. Ajak anak bercanda

Teuku Wisnu mengaku biasanya menggunakan jurus membuat ekspresi konyol untuk mencairkan suasana. Hal ini akan membuat anak tertawa dan hatinya pun lebih tenang, tidak emosi seperti saat sedang bertengkar.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis