Kumparan Logo

Tips Temani Anak Bermain saat Orang Tua Stres dan Lelah

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Dongeng Anak. Foto: delcarmat/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dongeng Anak. Foto: delcarmat/shutterstock

Anak-anak memang bertubuh kecil, tapi mereka punya energi yang luar biasa. Tak jarang orang tua atau orang dewasa lain yang mengasuh mereka sering merasa kelelahan. Anda juga merasakannya, Moms?

Momen saat anak-anak masih balita memang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah terulang. Maka wajar jika orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik pada anak, termasuk memberi perhatian penuh setiap bermain.

Tapi sebagai manusia, terkadang kita melalui hari-hari yang tidak mudah. Kondisi ini menyebabkan tubuh kelelahan dan stres. Di sisi lain, kita ingin selalu bisa hadir secara utuh dan optimal saat menemani anak-anak bermain. Setuju nggak, Moms?

Nah, agar tetap bisa optimal bermain dengan anak meski kondisi sedang tidak optimal, coba beberapa tips berikut ini.

Ide Bermain dengan Anak saat Orang Tua Lelah

Bayi Baru Lahir

bayi tummy time Foto: Shutterstock

Bayi belum cukup umur untuk bermain sendiri. Namun pada saat Anda kelelahan, ada solusi hemat energi.

“Anda tidak perlu bermain, menari, atau menyanyi sepanjang waktu. Anak Anda hanya ingin Anda terlihat dan mendapat ketenangan dari suara Anda," kata terapis bicara Janet Cooper, dikutip dari BBC.

Ia menyarankan kepada orang tua untuk berbicara tentang apa saja. Turunkan tubuh Anda sejajar dengan bayi sehingga mereka dapat merasakan kedekatan dan keamanan Anda berada di sana.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan:

  • Berbaring bersebelahan di lantai untuk beberapa saat.

  • Tiup beberapa gelembung untuk mereka.

  • Memeluk bayi sangat baik untuk perkembangan bayi.

Bayi Usia 12-18 Bulan

Si kecil sudah lebih aktif bergerak, jadi bantulah ia menggunakan energi tersebut dengan menyanyikan beberapa lagu favoritnya. Janet menyebut, bernyanyi jadi salah satu ide menarik karena bisa melepaskan hormon serotonin yang merupakan hormon bahagia.

Jangan lupa, bayi juga mungkin saja kelelahan dan Anda tidak menyadarinya, Moms. Jadi, daripada pusing memikirkan ide stimulasi, cobalah untuk rebahan di kasur sambil membacakan buku untuk si kecil.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan:

  • Biarkan balita Anda menjelajahi benda-benda di sekitar ruangan dan bantu bahasanya dengan menjelaskan benda apa itu.

  • Berpura-pura menidurkan boneka. Anda mungkin bisa tidur beberapa detik juga!

  • Lagu pengantar tidur dapat menurunkan detak jantung bayi dan menenangkannya.

Balita Umur 18-24 Bulan

Ilustrasi anak balita bermain busy book. Foto: Ami Parikh/Shutterstock

Di usia ini, anak sedang mengembangkan kemandirian. Jadi kenapa tidak membantu mereka mengembangkan hal ini, terutama pada hari-hari ketika Anda merasa lelah.

“Permainan seperti puzzle dan mengenal bentuk adalah aktivitas yang bagus. Anda dapat memulainya dengan memasukkan satu atau dua bagian, lalu meminta mereka menyelesaikan tugasnya," tutur Janet.

Anda telah memfokuskan perhatian mereka pada tugas dan Anda dapat membantu mereka jika dan ketika mereka mengalami kebuntuan.

Ide aktivitas lain yang bisa dilakukan:

  • Main kasir-kasiran.

  • Bermain boneka kaus kaki sambil duduk atau berbaring.

  • Ajak anak membantu tugas-tugas Anda yang paling memungkinkan dilakukannya.

Anak Usia 2-3 Tahun

Salah satu permainan favorit anak Anda pada usia ini kemungkinan besar adalah permainan pura-pura. Dan ini adalah aktivitas yang bagus untuk memberi semangat ketika Anda lelah.

“Dengan permainan pura-pura, Anda bisa membiarkan anak Anda yang memimpin. Anda mungkin harus memulainya dan memberi mereka fokus, tetapi kemudian Anda bisa lebih pasif dalam permainan itu," tuturnya.

Jika mereka sudah merasa cukup, ambil buku dan bersantailah di sofa. Pilihlah buku yang ritmenya bagus, seperti buku Julia Donaldson. Jika Anda terlalu lelah untuk membaca, Anda dapat mendengarkan buku audio bersama anak Anda.

“Ini tidak sekuat berbagi buku bersama-sama tetapi jika Anda lelah dan stres, memainkan buku itu dan duduk di samping anak Anda mendengarkan adalah aktivitas yang menyenangkan,” kata Janet.

Ide aktivitas yang bisa dilakukan:

  • Duduklah bersama anak Anda dan cobalah saling bertatap muka - ini dapat membantu mereka belajar tentang emosi.

  • Merobek kertas adalah cara yang menyenangkan untuk membantu anak Anda mengembangkan koordinasi tangan-mata.

  • Permainan berpura-pura adalah kesempatan besar bagi anak Anda untuk memimpin dan menggunakan imajinasinya.

Anak Umur 3-4 Tahun

Ilustrasi anak balita menari atau berjoget. Foto: Shutter Stock

Anda mungkin tidak punya tenaga untuk bermain. Namun Anda tetap dapat membantu anak Anda menemukan cara untuk menghibur dirinya sendiri. Jadi, bantulah si kecil memulai aktivitasnya, dan kemudian biarkan mereka bermain.

“Pada usia ini, anak sering kali hanya mengingat Anda. Mereka tahu Anda ada di sana dan merasa aman bahkan ketika Anda berada di luar jangkauan penglihatannya," katanya.

Ide aktivitas yang bisa dilakukan:

  • Dongengi anak dengan cerita seru sebelum tidur

  • Ciptakan sudut yang nyaman untuk anak Anda bermain

  • Cobalah permainan memori bersama. Anda bisa bercerita tentang sesuatu yang Anda lakukan di akhir pekan.

Anak Usia 4-5 Tahun

Anak Anda menyukai tantangan. Jadi kenapa tidak mengajak mereka berburu harta karun di dalam ruangan?

“Pikirkan aktivitas yang sedikit menantang agar anak Anda bisa mandiri dan melakukan sesuatu. Misalnya, mintalah mereka membawakan Anda lima benda yang berwarna merah, atau lima benda yang berbentuk bulat,” kata Janet.

“Sebagai orang tua, Anda tidak perlu menggunakan terlalu banyak energi. Sebaliknya, Anda dapat mengatur segalanya lalu duduk santai," imbuhnya.

Ide bagus lainnya adalah memberi anak Anda aktivitas berbeda untuk diselesaikan dan Anda bisa menjadi 'hakim'. Contohnya bisa berupa permainan melempar hanya dengan menggunakan kaus kaki yang digulung sehingga harus dimasukkan ke dalam panci.

Dan jangan lupa untuk melibatkan keluarga Anda. “Jika Anda terlalu lelah, Anda dapat melakukan video call dengan nenek dan memintanya untuk berbicara dengan anak Anda,” kata Janet.

Ide aktivitas yang bisa dilakukan:

  • Menggambar bersama.

  • Permainan sederhana 'saya memata-matai kamu'.

  • Duduk sambil membaca buku cerita dan gunakan suara-suara menarik yang seru!

Gimana, Moms, tertarik untuk coba di rumah?