Mom
·
3 Desember 2020 17:14

Tradisi Unik di Jepang untuk Bikin Bayi Menangis

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tradisi Unik di Jepang untuk Bikin Bayi Menangis (419380)
Ilustrasi bayi menangis Foto: Shutterstock
Bayi yang menangis tak kunjung henti biasanya membuat orang tua sangat khawatir. Apalagi, bila kita tak tahu pasti penyebab si kecil menangis. Bisa jadi mereka merasa tidak nyaman atau bahkan merasakan sakit tapi tidak tau bagaimana cara mengatakannya.
ADVERTISEMENT
Sebagai ibu, Anda pasti akan melakukan berbagai cara untuk menenangkan si kecil. Sementara Anda berusaha keras untuk menghentikan tangisnya, di Jepang justru ada festival unik untuk membuat bayi menangis. Festival tersebut dikenal dengan Nakizumo. Wah, seperti apa, ya?

Festival Nakizumo untuk Buat Bayi Menangis

Dilansir The Guardian, tradisi yang sudah ada sejak 400 tahun lalu ini dipercaya mempunyai tujuan yang baik. Dalam kepercayaan masyarakat Jepang terdapat istilah naku ko wa sodatsu yang mempunyai arti, bayi yang menangis dengan kencang akan membuat para dewa menurunkan berkatnya.
Tangisan bayi yang keras juga dipercaya sebagai tanda bahwa mereka akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat. Tak hanya itu, konon, tangisan bayi juga bisa mengusir roh jahat yang mengelilingi manusia, lho. Sehingga, orang tua sangat berharap anak mereka akan menangis.
ADVERTISEMENT
Festival tahunan ini biasanya diikuti oleh ratusan orang tua yang membawa bayinya untuk menjadi peserta. Layaknya pertandingan sumo, ada sebuah panggung besar dan dua orang pesumo yang siap berlomba.
Tapi tenang, para pesumo tidak akan berkelahi sungguhan, Moms. Mereka hanya akan menggendong bayi sambil mengeluarkan suara dan wajah seram sampai bayi menangis. Tak hanya itu, mereka juga akan menggunakan aksesoris seperti topeng untuk menambah kesan seram. Nah, bayi pertama yang berhasil dibuat menangis akan menjadi pemenangnya.
Festival Nakizumo biasanya diadakan setiap tahunnya di Kuil Sensoji, Asakusa, Tokyo. Sayangnya, tahun ini festival tersebut ditiadakan karena adanya pandemi corona yang melanda Jepang dan seluruh dunia.