Umur Berapa Bayi Mulai Mengeluarkan Air Mata saat Menangis?
ยทwaktu baca 3 menit

Moms, tahukah Anda, bayi baru lahir ternyata tidak mengeluarkan air mata saat menangis. Ya, meski bayi menangis kencang sesaat setelah dilahirkan, namu si kecil tidak akan mengeluarkan air mata.
Meski begitu Anda tidak perlu cemas, sebab kondisi tersebut adalah hal yang normal. Hal ini terjadi karena kelenjar lakrimal yang memproduksi air mata belum bekerja dengan baik saat bayi dilahirkan.
Bayi baru lahir dapat menghasilkan air mata untuk melembapkan matanya, namun jumlahnya tidak cukup untuk dialirkan ke bawah mata saat menangis.
Lantas, di usia berapa ya bayi bisa mengeluarkan air mata saat menangis?
Usia Bayi Mulai Meneteskan Air Mata saat Menangis
Mom Junction melansir, kelenjar lakrimal yang terletak di kelopak mata membutuhkan waktu untuk bekerja agar menghasilkan air mata yang cukup untuk dikeluarkan saat bayi menangis. Sebagian besar bayi biasanya akan mulai menangis dengan air mata saat berusia 2-3 minggu setelah dilahirkan.
Pada usia ini, kelenjar lakrimal di mata bayi sudah mulai berkembang sehingga dapat menghasilkan air mata yang cukup ketika bayi menangis. Anda mungkin juga akan segera melihat tetesan air mata saat si kecil menangis, Moms. Namun, beberapa bayi, ada juga baru mulai meneteskan air matanya pada usia 2-6 bulan dan ini masih dikatakan normal karena perkembangan setiap bayi yang berbeda-beda.
Bila bayi sudah berusia enam bulan dan belum juga meneteskan air mata saat menangis, sebaiknya orang tua segera membawanya ke dokter. Sebab, mengutip Medine Plus, hal ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mungkin mengalami dehidrasi atau saluran air matanya tersumbat.
Bayi yang dehidrasi biasanya mengalami mata, bibir dan kulit yang kering sebagai gejalanya. Sementara saluran air mata yang tersumbat bisa sembuh dengan sendirinya dalam kebanyakan kasus.
Ini juga sama artinya jika bayi sudah memiliki air mata sejak ia dilahirkan. Bayi yang mengeluarkan air mata lebih awal bisa mengindikasikan kondisi medis tertentu pada matanya. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya termasuk infeksi dan glaukoma pediatrik.
Ya Moms, kondisi infeksi seperti konjungtivitis dapat menyebabkan robekan pada mata bayi baru lahir. Robekan ini bisa menimbulkan warna kemerahan, peradangan, munculnya nanah, hingga mata berair. Inilah yang membuat bayi mengeluarkan air mata lebih awal dari usia yang seharusnya.
Sementara glaukoma yang dialami bayi baru lahir terjadi karena adanya kerusakan pada saraf optiknya. Kerusakan tersebut bisa disebabkan perkembangan mata yang buruk saat di dalam kandungan atau faktor keturunan. Glaukoma pediatrik biasanya mempengaruhi satu atau dua mata bayi sekaligus. Bayi baru lahir yang memiliki air mata berlebihan menjadi salah satu gejala glaukoma yang perlu diwaspadai, Moms.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
