Unik! Ternyata Janin Bisa Menangis

Ada banyak hal yang bisa dilakukan janin di dalam perut ibu. Salah satunya yang paling sering dibicarakan adalah menendang. Ya Moms, biasanya ibu hamil mengalami tendangan bayi saat usia janin sudah menyentuh 16 sampai 25 minggu masa kehamilan. Untuk kehamilan pertama, ibu baru merasakan tendangan bayi itu setelah 25 minggu masa kehamilan.
Namun bukan hanya bisa menendang, janin juga bisa mengemut jarinya, buang air kecil, dan melambaikan tangan. Janin juga dapat merespon suara dari luar pada saat usia kehamilan 16 minggu, meski di usia ini telinganya belum tumbuh dengan sempurna. Luar biasa, bukan?
Apa lagi? Ternyata di dalam sana janin juga bisa menangis!
Fakta Soal Janin Bisa Menangis
Sebuah penelitian yang dipublikasikan tahun 2004 di Archives of Disease in Childhood menunjukkan janin di dalam kandungan melakukan gerakan-gerakan yang mirip dengan gerakan saat bayi menangis setelah dilahirkan, yaitu ia akan menarik napas, membuka mulut sambil menjulurkan lidah dan mirip seperti saat bayi menangis dalam waktu singkat.
Jadi, tangisan janin di dalam kandungan berbeda dengan tangisan bayi yang sudah lahir.
Lantas, kapan tepatnya bayi mulai bisa menangis di dalam kandungan?
Menurut First Cry Parenting, pada minggu ke 20 janin mulai bisa bernapas, membuka rahangnya, menggerakkan dagu dan mengeluarkan lidah. Di minggu ke 24 bayi bisa mengeluarkan suara tangisan.
Penyebab Janin Menangis
Kita juga perlu memahami, sama seperti bayi yang telah lahir, menangis merupakan cara janin berkomunikasi seperti mengatakan kalau ia lapar atau merasa atau ketakutan.
Tapi kita tidak bisa mendengar tangisan janin, Moms. Saat pemeriksaan USG misalnya, kita hanya bisa melihat bagaimana janin menangis.
Ciri-cirinya, janin tampak sedang membuka mulut, mengeluarkan lidah, bernapas tidak teratur, atau bahkan bibirnya bergetar. Gemas, ya!
