Mom
·
13 September 2020 19:11

Vagina Berdarah Usai Berhubungan Seks, Perlu Diwaspadai?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Vagina Berdarah Usai Berhubungan Seks, Perlu Diwaspadai?  (502626)
Ilustrasi vagina. Foto: Shutter Stock
Terkadang aktivitas seks bisa membuat vagina terluka sampai mengeluarkan darah. Bila mengalaminya, wajar bila kita kaget atau merasa khawatir, Moms. Mungkin juga, kita lantas bertanya-tanya: apakah ini berbahaya?
ADVERTISEMENT
Mengutip Romper, keluarnya darah pada vagina setelah berhubungan seks bisa jadi karena robekan selaput yang sangat tipis dan merentang di bagian bawah vagina wanita.
"Itu mungkin dari selaput darah. Karena selaput ini terbuat dari kulit yang sangat lembut, selama berhubungan seksual bisa merenggang dan robek," kata Geoffrey Cly, MD, dokter kandungan /ginekolog di Fort Wayne, Indiana, AS.
Tapi perlu diketahui, tidak semua wanita akan mengalami perobekan pada selaput dara saat melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Begitu juga dengan perdarahan yang terjadi akibat dari robeknya selaput dara saat melakukan hubungan seksual pertama kalinya ini, hanya terjadi pada sebagian wanita saja.
Apalagi kemungkinan lain yang sebabkan vagina mengeluarkan darah usai berhubungan seks?
Vagina Berdarah Usai Berhubungan Seks, Perlu Diwaspadai?  (502627)
Ilustrasi vagina berdarah setelah berhubungan seksual Foto: Shutterstock

Vagina yang Robek

Selain selaput dara, alasan lain mengapa vagina menjadi berdarah adalah karena penis suami membuat kulit yang ada di dalam vagina robek. Ya, penis suami yang besar dan panjang kemungkinan bisa menyebabkan robekan linier yang membentak secara vertikal ke atas dinding vagina atau horizontal melalui bagian atas vagina. Namun robekan yang horizontal, mungkin lebih berbahaya.
ADVERTISEMENT
"Sangat menyenangkan memang memiliki hubungan seks yang kuat dan mengasyikan. Tapi cobalah untuk mendengarkan tubuh Anda, kalau-kalau itu menjadi terlalu intens sampai melukai vagina," kata dr. Cly.
Cly pun menjelaskan, kulit vagina sangat mirip selaput dara, sangat lembut. Sehingga smudah robek atau tergores jika ada gesekan yang kuat selama berhubungan seksual. Meskipun hal tersebut mungkin tidak menghentikan Anda dan suami untuk bercinta dengan penuh gairah, namun Anda harus tetap berhati-hati ya, Moms.
"Jika Anda merasakan kesenangan yang ekstrem, Anda mungkin tidak akan terlalu sakit, karena saraf kebahagiaan yang membuat rasa sakit tersebut tertutupi," ujarnya.
Vagina Berdarah Usai Berhubungan Seks, Perlu Diwaspadai?  (502628)
Ilustrasi vagina. Foto: Shutterstock

Atrofi Vagina hingga Menyusui

Di sisi lain, jika bagian kewanitaan Anda itu kering atau terlihat kurus, Anda mungkin lebih rentan mengalami pendarahan. Hal tersebut bisa mengakibatkan vagina berdarah saat berhubungan seks. Kondisi ini dikenal sebagai atrofi vagina.
ADVERTISEMENT
Yakni saat kadar hormon Anda turun akibat menopause atau perimenopause. Tapi jangan khawatir, atrofi vagina bisa disembuhkan dengan obat-obatan, atau terapi lain supaya jaringan vagina Anda kembali sehat dan lentur, Moms.
Selain itu, menyusui bisa menjadi faktor penyebab pendarahan di area vagina lho. Ya, saat Anda menyusui, tingkat estrogen Anda mungkin akan lebih rendah dan vagina menjadi lebih kering.
"Pendarahan selama tahap menyusui bisa terjadi karena gesekan akibat keadaan vagina itu sendiri. Jika Anda merasakan vagina kering, Anda bisa menggunakan sedikit pelumas untuk mencegah rasa sakit dan mengurangi gesekan," kata dr. Cly.
Kemudian adanya kontraksi rahim, bisa menyebabkan pendarahan. Namun kondisi ini bukan berasal dari vagina Anda melainkan memang dari rahim karena Anda mulai menstruasi. Anda mungkin tidak menyadari karena darah yang muncul berasal dari vagina atau justru dari rahim.
ADVERTISEMENT
"Perubahan hormon dapat memicu dan menggoyahkan lapisan rahim Anda, jadi saat Anda mengalami orgasme ketika waktu ovulasi dapat menyebabkan sedikit bercak," tutupnya.
Nah bercak darah yang keluar setelah berhubungan seksual, sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, Moms. Namun bila Anda mengalami pendarahan yang konsisten atau berat, sebaiknya segera temui dokter untuk mencegah terjadinya kondisi komplikasi.