Kumparan Logo

Vagina Terasa Gatal saat Hamil? Ini Penyebabnya, Moms

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vagina gatal saat hamil. PTR Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Vagina gatal saat hamil. PTR Foto: Shutterstock

Vagina terasa gatal saat hamil adalah yang cukup sering dialami oleh beberapa wanita. Ya Moms, saat hamil, beberapa wanita memang kerap mengalami keluhan di area vagina.

Penyebab paling umum vagina terasa gatal adalah karena adanya perubahan hormon selama kehamilan. Namun selain itu, ternyata juga bisa disebabkan oleh beberapa kebiasaan buruk dari ibu hamil itu sendiri.

Meski normal terjadi, vagina yang gatal bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, Anda harus mencari tahu penyebab dan solusinya.

Nah Moms, berikut adalah 3 kebiasaan yang paling sering membuat vagina terasa gatal saat hamil.

Ibu hamil mengalami vagina gatal Foto: Shutterstock

1. Vagina Gatal karena Pakai Celana Ketat

Dokter Spesialis Kandungan di UCSF Medical Center, Amerika Serikat, dr. Tami Rowen, M.D., menjelaskan bahwa penggunaan celana dalam yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi dan gatal pada vagina. Sebab, hal itu membuat area vagina akan menjadi lebih lembap, Moms.

"Celana ketat juga akan bergesekan dan menekan vulva vagina sehingga dapat menyebabkan iritasi," ujar dr. Tami Rowen, M.D, seperti dikutip dari Bustle.

Jadi, sebaiknya hindari pemakaian celana dalam yang ketat selama hamil. Pilihlah pakaian dalam yang nyaman dan mudah menyerap keringat, seperti yang terbuat dari bahan katun.

2. Kurang Menjaga Kebersihan Vagina selama Hamil

Saat hamil, membersihkan organ intim memang menjadi lebih sulit akibat besarnya perut. Meski begitu, menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ferry Darmawan, SpOG, ibu hamil penting sekali menjaga area kewanitaannya, Moms.

Misalnya saja, rajin mengganti celana dalam ketika sudah terasa lembap, hingga membasuh vagina dengan arah yang benar, yaitu dari arah vagina ke arah anus. Jangan lupa juga untuk mengeringkan area vagina sebelum menggunakan celana dalam agar tidak lembap.

"Pada ibu hamil tetap harus menjaga kebersihan daerah kewanitaannya. Pertama kalau misalnya cebok arahnya dari depan ke belakang , karena di depan ada vagina, di belakang itu ada anus. Jadi kalau misalnya dari belakang ke depan itu mindahin kuman dari anus ke vagina. Yang kedua ganti celana dalam lebih sering. Biasanya ganti celana dalam pas ingat, nah sekarang ganti celana dalam pas lembap, agak basah ganti celana dalamnya. Lalu, jangan pakai pantiliner, karena dia menyerap cairan tapi membuat lembap daerah situ," ujarnya saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.

3. Sering Menahan Buang Air Kecil saat Hamil

Moms, saat hamil Anda akan lebih sering buang air kecil. Jadi sebaiknya jangan pernah ditahan, ya! Sebab, dilansir Healthline, buang air kecil bisa membantu membersihkan bakteri maupun jamur di vagina.

Ya Moms, sering menahan buang air kecil ternyata bisa menyebabkan iritasi dan rasa gatal pada area vagina. Selain itu, menahan buang air kecil juga tidak disarankan, sebab bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).