Wamendikdasmen: Prestasi Itu Penting, tapi Lebih Penting Karakter
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq menegaskan urgensi pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional.
Fajar mengatakan nilai-nilai seperti saling menghormati dan tidak mencaci maki dinilai sejalan dengan agenda penguatan karakter yang tengah didorong pemerintah.
“Prestasi itu penting, tetapi tidak kalah penting juga adalah karakter. Sekolah ini memiliki semangat mendidik manusia yang berakhlak mulia, yang berarti memberikan penekanan pada keunggulan akhlak dan kedalaman spiritual,” kata Fajar di sekolah milik yayasan Prajna Mitra Maitreya, Kota Dumai, Provinsi Riau, dilansir Antara, Jumat (5/6).
Dalam konteks pendidikan modern, terutama di era kecerdasan buatan, Fajar mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kecerdasan akademik. Faktor seperti keuletan, kedisiplinan, kepribadian, dan kemandirian, justru memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan kesuksesan seseorang.
Fajar juga mengapresiasi penggunaan tiga bahasa pengantar di sekolah tersebut, yakni Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Menurutnya, pendekatan multilingual sejak dini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga memperkuat toleransi dan kecerdasan sosial-emosional siswa.
“Setiap sistem pendidikan di negara-negara yang mengenalkan multilingualisme umumnya memiliki semangat toleransi yang tinggi. Ini tentu saja penting agar anak-anak kita tumbuh dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 pemerintah mendorong penggunaan tiga bahasa di lingkungan sekolah, meliputi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.
Fajar juga menekankan peran strategis guru dalam proses pendidikan tidak sekadar menjalankan tugas administratif pembelajaran, melainkan harus menjadi perancang utama pengalaman belajar siswa.
“Bapak ibu guru bukan operator pembelajaran, tetapi arsitek pembelajaran. Operator hanya menjalankan, sementara arsitek menghadirkan kreasi, inovasi, dan kontekstualisasi sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ujarnya.
