kumparan
16 November 2017 14:28

Wanita Bertubuh Lebih Pendek Cenderung Melahirkan Bayi Prematur

bumil 2
Ibu hamil dilarang melakukan operasi plastik (Foto: thinkstock)
Kehamilan merupakan momen yang biasanya paling dinantikan oleh para wanita di seluruh dunia. Mempunyai momongan dalam waktu cepat pun menjadi impian para wanita yang baru saja menikah.
ADVERTISEMENT
Namun, kehamilan yang seharusnya menjadi kabar bahagia justru bisa menjadi kabar yang buruk bagi beberapa wanita. Salah satunya adalah wanita yang bertubuh lebih pendek. Pasalnya, mereka yang hanya mempunyai tinggi di bawah 145 cm diperkirakan akan melahirkan bayi prematur.
Mengamini hal tersebut, dokter spesialis anak, DR. dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) mengatakan faktor bawaan ini umumnya akan menyebabkan angka kelahiran bayi prematur meningkat.
"Wanita yang mempunyai tinggi di bawah 145 cm harus berhati-hati, karena masa kehamilan justru bisa berdampak buruk pada ibu dan janin, sehingga kemungkinan melahirkan bayi prematur sangat tinggi," kata dr Rina, saat ditemui kumparan (kumparan.com) beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, dr Rina menjelaskan, jika wanita yang bertubuh lebih pendek biasanya mempunyai riwayat gizi yang buruk, karena pertumbuhan tingginya menjadi tidak semampai. Sayangnya, butuh sekian generasi untuk mengubah hal tersebut.
Pertumbuhan bayi lahir prematur belum sempurna
Pertumbuhan bayi lahir prematur belum sempurna (Foto: Thinkstock)
"Wanita yang bertubuh lebih pendek itu cenderung dulunya tidak diberikan asupan gizi yang baik sesaat setelah lahir, sehingga apa yang mereka makan tidak mampu menunjang postur badan yang seharusnya," jelas dr Rina.
ADVERTISEMENT
"Dan untuk mengubah hal tersebut (tinggi badan) tentu tak mudah, karena perlu ada edukasi yang bisa mendidik generasi sebelumnya agar kejadian manusia bertubuh lebih pendek tidak terjadi lagi," imbuhnya.
Alasan ibu bertubuh pendek harus melahirkan bayi prematur dikarenakan pelvis (panggul) sang ibu terlalu kecil. Hal ini akan menyebabkan penyempitan jalur kelahiran jabang bayi.
Ukuran pelvis yang lebih kecil juga akan menyebabkan kepala bayi tidak sebanding, sehingga perkembangan dan pertumbuhan bayi bisa terganggu. Tinggi ibu yang lebih pendek pun memungkinkan terjadinya komplikasi saat masa kehamilan.
Oleh karena itu, dr Rina berpesan agar setiap wanita yang ingin hamil harus diimbangi dengan kesehatan yang mendukung. Hal ini diperlukan agar nantinya tidak ada keluhan atau gangguan apapun saat masa kehamilan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan