Waspada, Cacingan Bisa Picu Stunting pada Anak
·waktu baca 3 menit

Ada beberapa tanda penyakit cacingan pada anak yang perlu orang tua waspadai. Mulai dari anak tampak lesu dan pucat, mudah mengantuk, diare, anemia, hingga mengalami gangguan respons imun.
Pada infeksi cacing ringan, gejalanya memang tidak terlihat. Namun bila dibiarkan, si kecil berpotensi mengalami stunting.
Ya Moms, infeksi cacing berpengaruh terhadap pencernaan sekaligus penyerapan nutrisi dalam tubuh. Akibatnya, tubuh bisa kehilangan protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin dalam jumlah besar. Padahal, nutrisi-nutrisi tersebut diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
WHO mengatakan, seorang anak yang mengalami stunting tinggi badannya akan berada di bawah minus 2 standar deviasi dari median Standar Pertumbuhan Anak WHO. Tak hanya bertubuh pendek, si kecil juga rentan terkena penyakit degeneratif seperti obesitas dan cenderung punya performa buruk pada memori belajar.
Bahkan dalam sebuah jurnal berjudul Disease Control Priorities in Developing Countries, sebanyak 562 juta anak usia sekolah di negara berkembang mengalami cacingan. Selain itu, infeksi cacingan diperkirakan menyebabkan 16 juta kasus keterbelakangan mental pada anak sekolah dasar.
Di sisi lain, dunia anak adalah bermain. Si kecil mungkin tidak terlepas dari faktor eksternal yang meningkatkan risiko cacingan. Itulah sebabnya, pola makan dan perilaku hidup sehat perlu diterapkan dalam keluarga untuk meminimalisir penyakit cacingan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan agar anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan WHO, pemberian obat cacing dalam 6 bulan selama 2 tahun mampu mencegah stunting pada anak hingga 82 persen. Pada penelitian yang dilakukan di India tersebut, anak-anak yang diberi obat cacing juga menunjukkan kenaikan berat badan 35 persen lebih besar.
Selain mencegah stunting, pemberian obat cacing juga mengurangi risiko terhambatnya pertumbuhan janin. Pemberian obat cacing pada ibu hamil dapat mengurangi potensi bayi lahir dengan berat badan rendah.
Lantas, umur berapa anak harus diberi obat cacing? Jika anak tampak sehat, perlukah memberinya obat cacing?
Simak penjelasan dr. Shafira Ninditya pada Live Talk Konvermex x kumparan, Selasa, 31 Agustus 2021 pukul 16.00 - 17.00 WIB, live di Instagram kumparan.
Bertajuk "Bahaya Cacingan Mengintai Keluarga? Ayo Saling Jaga!", dr. Shafira akan membahas penyebab dan tanda cacingan pada anak. Tak hanya itu, dr. Shafira juga siap memberikan cara mengurangi risiko cacingan pada anak serta panduan penggunaan obat cacing yang baik dan benar.
Dalam Live Talk kali ini juga akan ada saldo digital senilai Rp 1 juta untuk 5 penanya terbaik, Moms. Yuk, catat tanggalnya dan jangan sampai ketinggalan ya!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Konvermex
