Waspada, Kulit Bayi Rentan Kena Infeksi Jamur saat Musim Hujan

26 Juni 2018 9:14
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Waspada, Kulit Bayi Rentan Kena Infeksi Jamur saat Musim Hujan (564000)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi. (Foto: Thinkstock)
Jamur hidup subur di iklim yang lembap. Contohnya saat cuaca tak menentu, misalnya pada pagi hari cuaca panas terik dan sorenya turun hujan dengan deras, membuat kulit rentan terhadap infeksi jamur. Apalagi kulit bayi yang masih sensitif, maka sangat memungkinkan pula terkena infeksi jamur.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari laman Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), ada beberapa jenis infeksi jamur yang tumbuh di kulit bayi, di antaranya:
a. Infeksi Ringworm (Kurap)
Bentuknya seperti cincin, awalnya berbentuk lingkaran kecil, lalu melebar. Selain itu, menimbulkan rasa gatal dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.
Ada banyak faktor bayi bisa sampai terkena infeksi kurap, Moms. Antara lain akibat ditularkan dari orang yang sudah terkena, dari hewan peliharaan, dan kondisi bayi yang berkeringat secara berlebihan atau kondisi kulit yang lembap.
Karena tergolong mengganggu dan berbahaya, segera bawa anak ke dokter spesialis kulit, Moms. Sedangkan untuk mencegah terjadinya kurap, berikut yang bisa dilakukan:
1. Mencuci bersih pakaian bayi menggunakan deterjen, jemur hingga kering dan disetrika untuk menghilangkan jamur yang mungkin menempel pada baju.
ADVERTISEMENT
2. Memastikan kulit bayi tetap bersih dan kering.
3. Perhatikan bahan pakaian bayi, Moms. Pilih yang berbahan katun karena dapat menyerap kelembapan.
b. Infeksi Jamur Kuku
Perhatikan kuku-kuku kaki si kecil, Moms, apakah berubah warna dan bahkan menjadi rapuh dan kasar? Atau Anda mungkin juga menemukan, kulit di sekitar kuku menjadi bengkak?
Waspada, Kulit Bayi Rentan Kena Infeksi Jamur saat Musim Hujan (564001)
zoom-in-whitePerbesar
Kaki Bayi (Foto: Pixabay)
Tanda tersebut merupakan pertanda si kecil terkena infeksi jamur kuku, Moms. Ini dikarenakan kondisi kakinya yang lembap akibat tertutup sepatu, jarang mengganti kaus kaki, maupun area sela-sela jari dan kuku tidak dibersihkan dengan baik.
Bila itu yang terjadi pada bayi Anda, segera konsultasi ke dokter spesialis kulit.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020