kumparan
13 Februari 2020 17:18

Waspadai Keputihan yang Merupakan Ciri-ciri Hamil Berbahaya

PTR, ibu hamil pecah ketuban atau ingin buang air kecil.
Waspadai keputihan yang merupakan ciri-ciri hamil berbahaya. Foto: Shutterstock
Keputihan merupakan ciri-ciri hamil yang umum dialami. Kondisi ini disebabkan meningkatnya level hormon estrogen di dalam tubuh, sehingga kelembapan vagina meningkat.
ADVERTISEMENT
Keputihan yang normal saat hamil biasanya berwarna putih bening, dan berbau ringan. Sementara keputihan yang sedikit berwarna kuning tanpa rasa gatal dan bau ternyata juga masih normal terjadi.
Kita juga perlu tahu, keputihan pada awal kehamilan sebenarnya serupa dengan yang Anda alami pada masa subur. Bedanya, volume keputihan saat hamil lebih banyak. Volume cairan keputihan ini juga bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan dan mendekati waktu persalinan.
Ilustrasi, Keputihan, Wanita
Ilustrasi keputihan pada wanita. Foto: Shutter Stock
Meski umum terjadi, nyatanya ada beberapa kondisi keputihan yang perlu Anda waspadai, sebab bisa jadi ciri-ciri hamil yang berbahaya. Seperti apa tandanya?
Jika keputihan Anda berwarna kuning pekat, hijau, atau abu-abu dan disertai dengan rasa gatal, bau busuk, pegal-pegal, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri panggul, maka Anda harus waspada. Kemungkinan besar ada masalah kesehatan di tubuh Anda, Moms.
ADVERTISEMENT
Mengutip Mom Junction, berikut beberapa penyebab keputihan tidak normal selama kehamilan.
  1. Infeksi Jamur
Ilustrasi keputihan
Ilustrasi keputihan Foto: Shutterstock
Vagina membutuhkan kondisi pH, kadar air, dan keseimbangan bakteri yang optimal agar tetap sehat. Jika salah satu dari kondisi ini terganggu, itu dapat meningkatkan risiko infeksi. Nah, kandidiasis adalah infeksi ragi yang umumnya menjadi penyebab keputihan berwarna kuning-putih saat hamil. Selain itu, infeksi ini juga disertai rasa gatal, bengkak, pegal, kemerahan, dan sensasi terbakar selama buang air kecil.
  1. Bacterial Vaginosis (BV)
Munculnya bacterial vaginosis akibat dari ketidakseimbangan bakteri yang ada dalam vagina. Biasanya bakteri baik mengendalikan bakteri jahat di vagina, namun ketika berbalik inilah yang menyebabkan BV ini. Sehingga cairan berwarna kuning atau hijau yang keluar dari vagina berbau busuk dengan rasa sakit dan sensasi terbakar pada vagina.
ADVERTISEMENT
  1. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Ilustrasi, Keputihan, Wanita
Ilustrasi keputihan berbau tak sedap pada wanita. Foto: Shutter Stock
Infeksi ini merupakan penyebab umum keputihan yang berwarna kuning saat hamil. Jika tidak segera diobati, akan menimbulkan jenis IMS lainnya seperti trikomoniasis, chlamydia, dan gonore.
  1. Penyakit Radang Panggul
Ketika IMS atau infeksi bakteri lainnya tidak segera diobati, infeksi akan menyebar ke rahim, ovarium, dan saluran tuba. Akibatnya, infeksi tersebut akan menyebabkan gejala keputihan kuning yang disertai rasa sakit di bagian panggul, mual, kelelahan, dan buang air kecil yang menyakitkan.
Ilustrasi keputihan
Ilustrasi keputihan saat hamil. Foto: Shutterstock
Karena itu jika Anda mengalami keputihan yang merupakan ciri-ciri hamil berbahaya, segeralah periksakan kondisi Anda ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil.
Penting juga untuk mencegah keputihan berlebih selama kehamilan, Moms. Anda bisa melakukan beberapa upaya pencegahan, seperti:
ADVERTISEMENT
  • Menjaga daerah vagina agar tetap sehat dengan menyekanya dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan besar.
  • Basuh alat kelamin Anda dengan air bersih dan keringkan sebelum memakai celana.
  • Usahakan pakai celana katun yang menyerap keringat.
  • Jauhi stres, menjaga kebersihan tubuh, mengkonsumsi makanan yang sehat, serta minum air putih yang cukup juga bisa mencegah timbulnya infeksi vagina tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan