Waspadai Peningkatan Kasus Superflu, Bagaimana Perlindungannya di Indonesia?

30 Desember 2025 15:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waspadai Peningkatan Kasus Superflu, Bagaimana Perlindungannya di Indonesia?
Kasus influenza varian H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai superflu berpotensi masuk RI mengingat tingginya mobilitas global.
kumparanMOM
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Merebaknya varian baru influenza A (H3N2) Subclade K yang dijuluki superflu di Amerika Serikat memicu kekhawatiran global, termasuk di Indonesia. Varian ini dilaporkan menyebar cepat dan menimbulkan gejala pernapasan yang cukup berat pada sebagian pasien. Lantas, seberapa besar kemungkinan virus ini masuk ke Tanah Air?
ADVERTISEMENT
Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), menyebut peluang masuknya varian influenza tersebut ke Indonesia sangat besar.
Hal ini karena Indonesia bukan negara yang terisolasi dan memiliki lalu lintas perjalanan internasional yang sangat tinggi. Berdasarkan pengalaman dari berbagai wabah penyakit pernapasan sebelumnya, penyebaran lintas negara hampir selalu terjadi.
Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), dalam acara webinar bersama IDAI, Senin (29/12/2025). Foto: Dok. Istimewa
"Cepat atau lambat penyakit itu akan sampai di Indonesia. Jadi, semakin dekat ya semakin besar kemungkinannya," tutur dr. Nastiti dalam acara webinar bersama IDAI, Senin (29/12).

Ancaman Superflu Global dan Upaya Perlindungan di Indonesia

Terkait perlindungan, dr. Nastiti menjelaskan bahwa vaksin influenza yang beredar di Indonesia pada dasarnya sama dengan vaksin yang digunakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Selain itu, Indonesia juga memiliki vaksin influenza produksi Bio Farma yang sudah tersedia dan digunakan secara luas.
ADVERTISEMENT
Mengenai efektivitas vaksin, ia menuturkan bahwa berbagai penelitian menunjukkan vaksin influenza mampu mencegah penularan dengan efektivitas sekitar 62 persen. Namun, manfaat terbesarnya justru terletak pada pencegahan keparahan penyakit.
Ilustrasi Influenza. Foto: Kateryna Kon/Shutterstock
Artinya, meski seseorang tetap bisa terinfeksi, gejala yang muncul umumnya lebih ringan, seperti demam atau batuk pilek, dan tidak berkembang menjadi sesak napas berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
“Vaksin itu mungkin tidak 100 persen mencegah penularan, tetapi mencegah keparahan,” imbuh dr. Nastiti.
Dengan tingginya mobilitas global dan potensi masuknya varian influenza baru, dr. Nastiti juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta. Vaksinasi influenza secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi diri dan mengurangi dampak infeksi yang lebih serius.
ADVERTISEMENT