Kumparan Logo

Yang Bisa Orang Tua Lakukan agar Anak Terhindar dari Bullying

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak di-bully. - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak di-bully. - POTRAIT Foto: Shutterstock

Masalah perundungan atau bullying begitu rentan terjadi pada anak, terutama anak usia sekolah. Baru-baru ini tengah viral video seorang anak laki-laki di Australia menangis histeris dan mengatakan pada ibunya ingin mati saja karena di-bully akibat keterbatasan fisiknya.

Sementara di Indonesia, juga tengah viral sebuah unggahan sebuah foto percakapan ibu dari siswa SD di Sleman, Yogyakarta kepada ibu lain bahwa anaknya menjadi korban bully oleh kakak kelas sehingga harus dioperasi. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran bagi kita sebagai orang tua, Moms.

Lantas, adakah cara untuk mencegah anak mengalami hal tersebut? Mengutip dari "Buku Seri Pendidikan Orang Tua: Ayo, Bantu Anak Hindari Perundungan" yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah perundungan pada anak.

Ilustrasi anak jadi korban bully. Foto: Shutterstock

1. Kenali Ciri-cirinya

Cobalah kenali ciri-ciri anak mengalami perundungan, Moms. Dengan begitu kita bisa tanggap dalam mengatasinya. Misalnya si kecil yang tadinya sangat ceria, tiba-tiba berubah jadi murung, tidak memiliki selera makan, kesulitan tidur, dan terdapat luka fisik yang mungkin tak biasa. Selain itu, bila anak mengalami bully, umumnya ada perubahan emosi secara drastis.

Seperti ketika Anda tanyakan tentang sekolah, dia tiba-tiba menjadi marah, mudah menangis, terlihat murung, tidak percaya diri, mudah tersinggung, dan merasa terus-menerus waspada. Tak hanya itu, ciri-cirinya juga bisa terlihat dari prestasi dan motivasi belajarnya menurun drastis. Bila ia sudah mengalami tanda-tanda ini, cobalah untuk menanyakan keadaannya dengan sangat hati-hati.

2. Memberikan Pemahaman

Jika dia tidak mengalami ciri-ciri bully, Anda bisa memberi pemahaman pada anak tentang perundungan dan cara untuk anak menyikapinya. Mungkin saja di sekolah atau di lingkungan bermainnya, bukan si kecil yang menjadi korban tapi teman sebayanya.

Cobalah untuk memberikan pemahaman bila ia melihat perundungan di lingkungan sekitarnya, sebaiknya segera melapor kepada guru atau orang dewasa di sekitarnya agar segera menghentikan hal tersebut. Selain itu, katakan pada anak untuk menghindari perilaku bully seperti menertawakan temannya yang menjadi korban atau menontonnya.

Jadi pendengar yang baik saat anak bercerita tentang sekolahnya. Foto: Shutterstock

3. Ciptakan Suasana Rumah yang Aman

Anak yang berada di rumah yang penuh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan, bisa terhindar jadi korban maupun pelaku perundungan. Sebab anak sudah cukup mendapatkan kasih sayang, penghargaan, serta memiliki komunikasi yang lancar dengan orang tua. Kalau pun ia menjadi salah satu korban perundungan, ia pun tidak takut untuk bercerita pada Anda, Moms.

Nah sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan terus memantau perkembangan anak. Mulai dari lingkaran pertemanannya dan kegiatan di sekolahnya. Bila perlu Anda bisa menemui dan bekerja sama dengan pihak sekolah agar anak terhindar dari perundungan.

Ilustrasi melatih keterampilan anak. Foto: Shutterstock

4. Latih keterampilan sosial

Latihlah keterampilan sosial anak yang tentunya akan menjadi bekal hidup si kecil dalam hidup bermasyarakat. Seperti sikap ramah, tersenyum, peduli terhadap perasaan orang lain, percaya diri di lingkungan baru serta saling tolong menolong.

kumparan post embed