Kumparan Logo

Yang Bisa Orang Tua Lakukan agar Anak Tidak Jadi Pelaku dan Korban Bullying

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak stres karena dibully. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak stres karena dibully. Foto: Shutterstock

Bullying atau perundungan pada anak menjadi hal yang harus diperhatikan orang tua. Sebab, tindakan perundungan bisa memberikan dampak buruk jangka panjang, bagi korban maupun pelakunya.

Bullying biasanya terjadi saat anak-anak berada di lingkungan yang jauh dari pengawasan orang tua. Mulai dari sekolah, hingga lingkungan bermain sehari-hari. Anak-anak yang merasa dirinya lebih kuat, akan menindas atau menyakiti anak yang lebih lemah.

Bullying sendiri bisa terjadi karena berbagai hal, Moms. Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di laman Instagram-nya, pelaku bullying biasanya mengalami masalah keluarga, stres, atau trauma karena pernah menjadi korban bullying sebelumnya.

Ternyata, mereka yang pernah menjadi korban lebih berpeluang menjadi pelaku bullying di masa depan, Moms. Oleh karenanya, dibutuhkan peran orang tua agar anak-anak kita terhindar dari tindakan bullying, baik sebagai korban maupun pelaku.

Mengutip Kemen PPPA, ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah anak menjadi korban atau pelaku.

4 Cara yang Bisa Orang Tua Lakukan agar Anak Tidak Jadi Korban atau Pelaku Bullying

1. Komunikasi

Ilustrasi anak sedih karena dibully. Foto: Shutterstock

Orang tua harus bisa berkomunikasi dengan anak agar mereka dapat mencurahkan isi hatinya. Sebab biasanya, korban bullying merasa tertekan, sehingga takut untuk mengadukan permasalahannya pada orang tua.

2. Bantu kelola emosi anak

Orang tua bisa membantu mengelola lonjakan emosi, kemarahan dan agresi yang dirasakan oleh anak. Dengan begitu, anak tidak akan melampiaskan emosinya terhadap orang lain di luar lingkungan rumah.

kumparan post embed

3. Tingkatkan harga diri anak

Anak murung, sedih, bersalah, menyendiri karena dibully. Foto: Shutterstock

Korban bullying biasanya akan merasa takut dan rendah diri. Oleh karenanya, orang tua perlu menghidupkan kembali harga diri anak, sehingga ia tidak mengingat kembali tentang rasa malu dan kebencian terhadap dirinya sendiri.

4. Tunjukkan rasa kasih sayang

Hal yang paling dibutuhkan anak yang tertekan adalah kehadiran orang tuanya. Berikan anak kasih sayang dan perhatian khusus setiap harinya. Hal ini akan membantu memperkuat perasaan diterima, dihargai dan dicintai pada si kecil.

Yuk Moms, lindungi anak-anak kita dari tindakan kekerasan seperti bullying--baik sebagai pelaku atau korban. Sebab, hal ini dapat membahayakan kondisi psikologis dan masa depan si kecil nantinya.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis