Yang Orang Tua Perlu Lakukan Agar Anak Praremaja dengan Obesitas Tidak Depresi
ยทwaktu baca 3 menit

Bertumbuh dewasa bagi anak-anak menjelang remaja memang tidak mudah dijalani. Dan mungkin, momen ini bisa terasa lebih sulit saat dijalani anak yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Ya Moms, seringkali anak-anak praremaja yang tengah berjuang dengan masalah berat badannya mengalami persoalan sosial atau kemungkinan sulit menyesuaikan diri. Tak sedikit yang menyadari dirinya kelebihan berat badan, merasa dirinya buruk dan tidak layak. Belum lagi ketika mungkin mereka mendapat ejekan dan intimidasi dengan kondisi tubuhnya.
Anak menjelang remaja yang merasa nyaman dengan tubuhnya serta seimbang makan dan aktivitas fisiknya, cenderung memiliki harga diri dan kesehatan mental yang lebih baik. Sementara anak dengan obesitas lebih rentan mengalami depresi dan masalah kesehatan mental lainnya, karena tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.
Jika anak Anda kini sedang obesitas, simak bagaimana cara membantu si kecil agar tidak sampai berujung depresi.
Yang Orang Tua Perlu Lakukan Agar Anak Praremaja dengan Obesitas Tak Alami Depresi
Dikutip dari Very Well Mind, sebagai orang tua, Anda adalah sosok yang paling mengenal sang anak. Sangat wajar terjadi apabila Anda mengkhawatirkan kondisi obesitas yang dialami anak. Bila anak mengalami obesitas, sebagai orang tua Anda perlu mewaspadai risikonya terhadap harga diri mereka. Sebab, kondisi depresi dan kecemasan yang berkepanjangan bisa membuat perubahan nafsu makan dan perubahan perilakunya.
Contohnya, anak dengan obesitas yang menghadapi gejala depresi mungkin akan merasa terlalu lelah dan tak mau beraktivitas, namun di sisi lain makan jadi lebih banyak dari biasanya.
Jika anak menunjukkan gejala depresi, penting bagi orang tua untuk menawarkan bantuan untuk mengatasi masalah berat badan, serta tantangan lain yang sedang dialaminya. Memberikan bantuan untuk mengatasi masalah kesehatan mentalnya bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesehatan fisiknya juga lho, Moms.
1. Lebih Peka dan Beri Perhatian Lebih
Pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah berikan lebih banyak perhatian tentang kebutuhan dan harapan anak. Meski membicarakan masalah tersebut bisa membuatnya jadi lebih sensitif, tapi yakinkan dirinya permasalahan ini bisa diselesaikan bersama. Jadi, kepekaan dan perhatian orang tua sangat penting ketika membicarakan masalah obesitasnya.
2. Pilih Momen yang Tepat untuk Dengarkan Ceritanya
Bila anak bercerita mengalami bullying atau ejekan dan intimidasi, berusahalah tetap tenang dan dengarkan hingga selesai ceritanya. Beri dukungan dan apresiasi karena anak sudah mau terbuka untuk percakapan yang mungkin sulit bagi dirinya. Jika perlu, anak boleh menentukan dengan siapa ia lebih nyaman untuk bercerita. Dan dengan mendengarkan ceritanya secara aktif, bisa membuat anak akan lebih merasa dihargai.
3. Boleh Berkata Jujur, tapi Hati-hati
Berkata jujur tentang kondisi dia sebenarnya bisa membuat perubahan yang lebih baik lho, Moms. Saat anak mengerti tentang permasalahan dan solusinya, maka semakin besar juga peluang ia ingin berusaha memiliki tubuh lebih sehat. Jangan lupa, pilihlah bahasa yang tepat dan tidak mengintimidasi. Misal, hindari kata 'obesitas' dan cobalah menggantinya dengan 'berat badan lebih tinggi dari teman-teman yang lain'. Fokuslah pada kesehatan, dan bukan citra tubuhnya.
4. Hindari Berbicara tentang Diet
Bagi anak dengan obesitas, langsung mendengar kata diet yang mungkin akan langsung terpikirkan anak pembatasan makan. Padahal, bagi sebagian anak praremaja, diet bahkan bisa menyebabkan risiko gangguan makan. Jadi, cobalah ubah diet menjadi makan yang lebih sehat.
5. Dukung Upaya Penurunan Berat Badan
Mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya bisa meningkatkan semangat anak untuk menurunkan berat badannya. Jadi, ajaklah seluruh anggota keluarga yang lain untuk menyemangati, dan bila perlu ikut menjalani gaya hidup sehat untuk memotivasinya. Mulai dari makan makanan sehat, kurangi waktu bermain gadget, dan lebih sering beraktivitas fisik bersama.
