Kumparan Logo

Yang Perlu Dihindari saat Merawat Keluarga yang Isoman di Rumah

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keluarga pakai masker saat isolasi mandiri di rumah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga pakai masker saat isolasi mandiri di rumah. Foto: Shutter Stock

Varian baru virus corona, seperti Delta disebut lebih mudah menular dan berbahaya dibandingkan varian sebelumnya. Ya Moms, hal ini pun dibuktikan dengan lonjakan kasus COVID-19 yang kian meningkat dari hari ke hari. Bukan hanya orang dewasa, tapi virus yang mengancam jiwa ini juga mudah menjangkit anak. Jadi, jaga terus keluarga Anda di rumah ya, Moms.

Sebagai bentuk pencegahan, pemerintah pun menerapkan PPKM darurat hingga tanggal 20 Juli mendatang. Ada pun bila Anda atau anggota keluarga ada keperluan mendesak atau penting ke luar rumah, maka jangan lupa mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Lalu, bagaimana bila Anda atau anggota keluarga di rumah positif COVID-19? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bersikap tenang. Kemudian, Anda juga disarankan untuk melakukan konsultasi online dengan tenaga kesehatan dan menerapkan instruksi yang diberikan dengan tepat.

Ilustrasi pakai masker saat isolasi. Foto: Shutter Stock

Bila keluarga Anda mengalami gejala ringan, biasanya dokter akan menyarankan untuk isoman di rumah. Sebab, saat ini perawatan di rumah sakit diprioritaskan untuk pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

Nah Moms, saat merawat pasien yang isoman di rumah, jangan asal memberi obat, ya. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan hindari. Apa saja? Berikut kumparanMOM merangkumnya dari Instagram resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia.

Hal yang Perlu Dihindari Bila Anggota Keluarga di Rumah Positif COVID-19

1. Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik. COVID-19 disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak berdampak pada virus.

2. Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan steroid. Penggunaan berlebih pada steroid dapat berdampak serius dan mengancam nyawa, termasuk infeksi mukormikosis (jamur hitam).

kumparan post embed

3. WHO tidak merekomendasikan penggunaan hidroksiklorokuin, lopinavir/ritonavir.

4. WHO saat ini belum merekomendasikan penggunaan remdesivir pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, apa pun tingkat keparahan penyakitnya. Hal ini juga karena belum ditemukan bukti yang cukup kuat bahwa penggunaannya bermanfaat.

5. WHO menyarankan agar pengobatan COVID-19 ivermektin hanya dilakukan dalam uji klinis.