Yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui Sebelum Botoks Wajah

2 Oktober 2022 20:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui melakukan botoks. Foto: Jade ThaiCatwalk/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui melakukan botoks. Foto: Jade ThaiCatwalk/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Setelah melahirkan, banyak wanita yang ingin kembali memanjakan diri dengan berbagai perawatan tubuh. Sebab, selama hamil, ada beberapa metode perawatan kulit yang harus dihindari untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Tapi bagi Anda yang sedang menyusui bayi, penting juga untuk tetap memperhatikan perawatan tubuh apa saja yang aman dilakukan.
ADVERTISEMENT
Nah, bagi Anda yang suka melakukan perawatan wajah, mungkin sudah tidak asing lagi dengan botoks. Ya Moms, botoks adalah perawatan dengan suntik yang menghaluskan garis halus dan kerutan wajah. Botoks dilakukan dengan cara penyuntikan toksin botulinum --yang berasal dari bakteri Clostridium botulinum-- lewat jarum-jarum kecil, dan efek sampingnya pun terbilang minim. Saat digunakan secara kosmetik, botoks disuntikkan ke otot wajah atau leher, yang memaksa bagian tersebut untuk rileks dan mengurangi munculnya kerutan, garis halus, kerutan di dahi, dan garis dahi.
Bila Anda saat ini sedang menyusui dan ingin melakukan perawatan wajah dengan botoks, sebaiknya perhatikan dulu keamanannya berikut ini.
Ilustrasi ibu menyusui melakukan botoks. Foto: Chokniti-Studio/Shutterstock

Apa Saja yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui Sebelum Botoks Wajah?

Perlu diketahui bahwa botoks sebenarnya tidak hanya digunakan untuk perawatan wajah saja, Moms. Dikutip dari laman Medical News Today, ada beberapa kondisi medis yang juga mungkin mendapat manfaat dari terapi botoks --terutama kondisi neuromuskular yang memengaruhi kontrol otot. Kondisi tersebut seperti celebral palsy, migrain parah, keringat berlebih, kejang otot dan leher, hingga spasme kelopak mata.
ADVERTISEMENT
Dilansir Verywell Family, Dokter Kulit Mary P. Lupo, MD, yang praktik di Aesthetic & General Dermatology, New Orleans, menjelaskan, mengingat jumlah botoks yang disuntikkan sangat kecil, sejauh ini belum ada penelitian yang melihat apakah cairan tersebut masuk ke ASI atau tidak. Hal ini senada dengan pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang juga belum bisa memastikan apakah suntikan botoks aman dilakukan saat menyusui termasuk efeknya pada ASI yang diberikan ke bayi.
Namun perlu diingat juga, botoks termasuk obat resep yang memiliki potensi efek samping, sehingga perlu diperhatikan oleh para ibu menyusui agar tidak berdampak pada ASI. Suntikan botoks yang mengandung neurotoksin juga bisa berbahaya apabila diberikan dalam dosis besar, atau orang-orang yang alergi terhadap bahan kimia tersebut.
Ilustrasi ibu menyusui melakukan botoks. Foto: Liza888/Shutterstock
Muncul juga risiko penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh toksin botulinum, yakni botulisme, yang bisa mengancam jiwa. Terutama pada wanita hamil, bayi, dan seseorang yang kekebalannya terganggu atau dengan kondisi gastrointestinal.
ADVERTISEMENT
Meski beberapa penelitian menemukan bahwa racun botulinum mungkin terlalu besar untuk melewati plasenta selama kehamilan, wanita hamil dan ibu menyusui dianjurkan untuk menghindari sumber racun yang potensial. Selain itu, suntikan botoks bisa juga menyebar ke saraf atau sel lain dalam tubuh, dan dapat menyebabkan gejala yang tidak diinginkan.
Terbatasnya penelitian terkait dampak botoks pada ASI juga membuat FDA mengingatkan para ibu menyusui sebaiknya menghindarinya dulu. Jadi, bila ingin lebih aman saat melakukan perawatan dengan botoks, sebaiknya tunggu sampai Anda tidak lagi menyusui si kecil, Moms.