Yang Perlu Diperhatikan Bila Anak Beli Jajanan

26 Februari 2023 14:45 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah siswa sekolah dasar membeli jajanan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa sekolah dasar membeli jajanan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Anak-anak tidak bisa dijauhkan dari jajanan. Setiap harinya mereka punya kesempatan untuk membeli camilan sendiri, misalnya saat di sekolah atau sedang bermain di luar rumah.
ADVERTISEMENT
Memang tidak semua jajanan pinggir jalan itu berbahaya. Tapi, akan lebih baik bila orang tua tetap memberikan pengawasan agar si kecil tidak mengkonsumsi makanan secara sembarangan. Apalagi, tidak sedikit kasus anak-anak keracunan makanan saat jajan sembarangan.
Menurut dokter spesialis gizi klinik, dr. Diana F. Suganda, M.Kes., SpGK., anak-anak merupakan tipe yang ingin mencoba saat melihat jajanan yang menarik di pinggir jalan dan sedang digemari banyak orang. Oleh karenanya, peran orang tua di sini adalah mengedukasi si kecil lebih banyak.
“Jadi kita berikan edukasi ke anak-anak, terutama mereka yang lebih besar dari TK, SD, saya rasa mereka sudah bisa diajak berkomunikasi untuk memilih jenis makanan yang bagus buat dia,” ujar dr. Diana saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Selain itu, beritahu si kecil bahwa ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan sebelum membeli jajanan di luar.

4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Jajanan Anak

Sejumlah siswa sekolah dasar membeli makanan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
1. Lingkungan jualan bersih
Pastikan lingkungan sekitar penjual bersih. Jadi, bukan beli jajanan ke tukang yang jualan di atas kali atau misalnya dekat tumpukan sampah yang banyak lalat. Jika anak sedang sekolah, pastikan ia jajan di kantin sekolah, atau warung di dekatnya yang areanya memang bersih. Jangan lupa juga perhatikan perilaku kebersihan si penjualnya, Moms.
“Lihat juga untuk tukang penjualnya, dia tangannya bersih enggak, pengolahan makanannya seperti apa. Jangan sampai, biasanya sih kalau tukang jajanan itu misalnya dia mengolah makanan, kemudian tangannya pegang duit, pegang gerobak atau bahkan nggak bersih lah tangannya,” lanjut dr. Diana.
ADVERTISEMENT
2. Warna makanan
Sebaiknya ajarkan anak untuk memilih makanan yang warnanya tidak terlalu mencolok. Hindari makanan yang berwarna merah, oranye, kuning, atau hijau. Sebab, warna yang mencolok dikhawatirkan mengandung pewarna tambahan yang belum tentu aman untuk makanan.
Ilustrasi jajanan kue. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
3. Aroma makanan
Pastikan makanan yang hendak dibeli tidak memiliki bau menyengat. Misalnya seperti bau busuk atau terlalu asam. Beri tahu si kecil untuk tidak membelinya karena bisa jadi makanan sudah basi atau tidak segar lagi.
4. Bahan makanan
Meski tidak bisa selalu mengawasi saat anak di luar rumah, tapi, sebisa mungkin jajanan yang dikonsumsinya bukan hanya mengandung micin-micinan atau gula. Sarankan anak untuk membeli jajanan yang masih ada proteinnya seperti, martabak telur, tahu isi, atau tempe goreng.
ADVERTISEMENT
Menurut dr. Diana, memperhatikan beberapa hal sederhana tersebut dapat membantu mengurangi foodborne disease atau penyakit pencernaan yang disebabkan konsumsi minuman dan makanan yang tidak bersih, Moms.